Keuntungan Pedagang Telur Berkurang

ist

BANDARLAMPUNG—Harga telur ayam dimana-mana sedang meroket tak terkecuali di Bandarlampung. Tren kenaikan harga telur ini yang sudah berlangsung pasca lebaran lalu ini membuat keuntungan para pedagang telur menurun.

Masno (50), pedagang sembako di Pasar Way Halim menuturkan, kenaikan harga telur membuat dirinya harus mengeluarkan modal lebih untuk membeli telur dari agen penjual. Disisi lain tingkat penjualan juga menurun lantaran konsumen merasa keberatan dengan mahalnya harga telur.

“Pedagang harus menambah terus modalnya, tetapi untung yang diambil tetap saja cuma Rp500 per kg.

Ia mengaku, konsumen telur juga menurun drastis hingga 50 persen. Jika diharga normal, dirinya dapat menjual sekitar 200 kg, kini dagangannya itu hanya laku 100 kg.

“Kenaikan harga ini karena pasokan dari peternak juga berkurang. Semoga bisa cepat normal supaya pembeli juga normal kembali,” ujarnya.

Sebagai gambaran, harga telur ayam dalam dua pekan terakhir terus melambung hingga mencapai Rp26,5 ribu per kg.

Selain berkurangnya pasokan, kenaikan harga telur ini ditenggarai semakin menanjaknya harga nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang kini senilai Rp14.378 per dolar AS.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Lampung, Ferynia mengatakan kenaikan harga telur itu dipengaruhi pakan untuk ayam petelur. Mahalnya pakan tersebut imbas dari tingginya nilai tukar dollar terhadap rupiah.

“Saya belum terima laporannya, tetapi yang jelas itu karena pakannya mahal, akibat harga dolar yang mahal,” singkatnya.(*)

114 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan