Khofifah Tegaskan Surat untuk Presiden Bukan Pengunduran Diri

Mensos Khofifah Indarparawangsa menghadiri acara sidang tahunan MPR 2017 di Senayan, Jakarta, Rabu (16/8). Sidang tahunan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, menteri kabinet kerja, anggota DPR dan pejabat negara lainnya. AKTUAL/Tino Oktaviano

Alasan akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Jawa Timur), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengaku surat yang akan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, bukan surat pengunduran diri sebagai menteri, sehingga meninggalkan tanggung jawabnya. Surat ini akan dikirimkan Khofifah karena dirinya sudah mendapat dukungan untuk maju dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

“Nah, (pengunduran diri) itu kan kalau itu saya ‘tinggal gelanggang’. Kami ini para menteri, saya itu kan pembantu Presiden. Menteri ini kan mendapat mandat itu, berusaha memaksimalkan, menjalankan tugas sesuai dengan Keppres dan pakta integritas yang ditanda tangani,” ungkap Khofifah seperti yang dilansir dari aktual.com usai resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby di Medan, Minggu (26/11).

Ia mengaku baru meminta izin secara lisan dari Presiden.

“Selasa kita dapat rekom dari partai Demokrat. Saya pun sebelum dan sesudahnya itu tetap mengikuti ritme tugas. Besok hari Rabu nya, itu jadwal dari Partai Golkar. Hari Kamis, saya diberi kesempatan untuk bertemu Presiden di Mataram. Saya menyampaikan baru lisan,” tutur Khofifah.

Ia menegaskan agar jangan ada kesan ingin meninggalkan tugas.

“Tapi kan teman-teman banyak bertanya, kapan mundur? Itu kan berarti meninggalkan tugas loh. Mohon dipahami posisi penerima mandat seperti para menteri. Ini kan penerima mandat, jangan sampai ada kesan meninggalkan tugas sebelum tuntas. Itu kalau orang Jawa itu, ‘tinggal gelanggang, colong pelayu’, tidak akan meninggalkan tugas sebelum tuntas,” ucap Khofifah, menegaskan. (Net)

Khofifah

Posting Terkait