KIPRAH – Sukses Anak Karena Doa Orang Tua

Wendi Purwanto, Head and Area Sales PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tbk. Provinsi Lampung (Foto Ihan)

BANDARLAMPUNG — “Ridho Allah Karena ridho orang tua”. Sepenggal kalimat itu menggambarkan betapa tingginya derajat orang tua dihadapan sang pencipta.

Banyak orang menjadi sukses dalam kehidupan ini karena faktor orang tua, terutama ibu. Peran sosok wanita yang mengandung, melahirkan dan membesarkan, serta mendidik anak-anaknya itu, sangat penting dalam menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupannya.

Head and Area Sales PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tbk. Provinsi Lampung, Wendi Purwanto, mungkin bisa disebut sebagai salah satu orang yang sukses karena baktinya terhadap orang tua.

Pria yang lahir di salah satu kecamatan yang ada di kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada 16 Maret 1976 ini, oleh ayah ibunya selalu diajarkan menjadi anak yang berbakti terhadap mereka, karena menurut ajaran agama yang dianutnya yaitu islam, terdapat sebuah hadits yang menegaskan bahwa ridho Allah tergantung orang tua.

Bersama Keluarga

Kalimat itu menegaskan bahwa jika seseorang ingin sukses dalam hal apapun, mintalah doa restu kepada orang tua, niscaya Allah pun akan memudahkan segala urusannya.

Karir cemerlang lelaki yang akrab dipanggil Wendi ini, tak lepas dari peran jasa kedua orang tuanya yang telah mendidik dengan penuh kasih sayang, juga doa yang selalu dipanjatkan mereka untuk kesuksesan anak-anaknya. Jasa kedua orang tua bagi dia sangatlah besar.

“Orang tua segalanya bagi saya, apapun saya lakukan untuk mereka, bahagiakanlah orang tua, insya allah maka kita juga akan bahagia, saya bisa seperti sekarang ini juga karena doa orang tua saya” ujar Alumni SMAN 3 Medan tersebut.

Anak pertama dari lima saudara, putra pasangan Ratino Suhadi dan Temu Miarty ini, awal karirnya bekerja disalah satu perusahaan milik negara itu, dimulai ketika dirinya masih duduk dibangku kuliah di Institut Teknologi Medan (ITM) jurusan Teknik Listrik.

Menjadi pegawai di PT PGN bukanlah cita-citanya diwaktu kecil, keinginannya dulu ialah ingin bekerja di PT PLN yang juga merupakan salah satu perusahaan BUMN, tempat ayahnya bekerja.

Namun perjalanan hidup seseorang terkadang tidak harus selamanya sesuai keinginan. Seperti anak kuliah pada umumnya, saat menjelang akhir semester, ia mulai berfikir untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.

Baca Juga:  PGN Bagikan Konverter Kit Untuk Kendaraan Dinas dan Angkot

Saat itu sekitar tahun 1997, ketika dirinya masih menjadi mahasiswa di ITM, ia mendapat informasi bahwa PT PGN tengah mengadakan rekrutmen pegawai. Kesempatan emas itu tidak ia sia-siakan, segera ia membuat lamaran untuk bisa bergabung diperusahaan tersebut.

Bukannya ia melupakan keinginan awalnya yang tertarik menjadi pegawai di perusahaan Listrik Negara (PLN), namun pada waktu itu ia tau bahwa perekrutan di PLN jarang sekali diadakan, meskipun ada waktunya cukup lama bisa empat tahun sekali.

“Awalnya saya berkeinginan untuk menjadi pegawai di PLN, namun pada waktu itu PLN jarang sekali ada rekrutmen, sampai saya sudah bekerja di PGN selama empat tahun saja, PLN belum ada penerimaan” pungkasnya.

Berkas lamaran yang ia kirimkan ke PGN bukanlah untuk jenjang perguruan tinggi, tapi menggunakan ijazah SMA, namun ia melampirkan surat keterangan bahwa dirinya masih kuliah. Itu karena pada saat ada lowongan, ia belum menyelesaikan pendidikannya diperguruan tinggi dan belum memiliki sertifikat kelulusan tingkat sarjana.

Usahanya berbuah manis, ternyata ia dipanggil untuk menjalani serangkaian tes untuk bisa menjadi karyawan diperusahaan gas negara itu. Setelah pengumuman penerimaan, ia pun melihat namanya tercantum sebagai pelamar yang beruntung karena diterima sebagai pegawai diperusahaan tersebut.

Meskipun masih terdaftar sebagai pegawai golongan rendah, karena melamar ditingkat SMA, ia tetap menikmati pekerjaannya, sambil melanjutkan kuliahnya.

Karir lelaki yang menamatkan pendidikannya di TK, SD dan SMP Pertiwi Medan tersebut, pertama masuk bertugas sebagai operator selama dua tahun, sempat menjadi tukang bersih pipa, juga pernah mendapat tugas dibagian tukang ngecek pipa gas dilapangan.

Seiring perjalanan waktu menjadi anak kuliah sekaligus pegawai PGN, akhirnya ia resmi menyandang gelar Sarjana Teknik (ST). Ijasah diperguruan tinggi itu langsung ia ajukan ke pimpinan PT PGN, agar bisa mendapat tugas yang sesuai dengan bidang kuliahnya.

Kemudian begitu pengajuan kenaikan tingkatan pegawai menggunakan ijasah S1, suami dari Dian Heryanti ini dipindahkan kebagian perencanaan. Diposisi itulah ilmu yang ia pelajari saat mengenyam pendidikan saat diperguruan tinggi dapat diterapkan.

Baca Juga:  3.000 Rumah Sudah Terpasang Jaringan Gas

Awalnya Takut Tapi Kini Menikmati

Ayah dari tiga orang anak yang bernama, M Bima Shadqi, M Danu Shadqi, dan Widhi Arum Prameswari ini, menjadi pegawai PT PGN wilayah Medan sejak tahun 1997 hingga 2010, setelah itu dipindahkan ke pekan baru Riau selama enam tahun, dan selanjutnya sejak tahun 2016 hingga saat ini ia dipercaya oleh pimpinannya untuk menjadi kepala dan pemasaran PT PGN di wilayah Lampung.

Awalnya ia paling takut dengan posisi marketing, karena harus bisa menghadapi orang, bertemu banyak relasi. Hal itu jauh dari ilmunya saat kuliah di jurusan teknik listrik.

Tapi Pimpinannya di PT PGN pusat, malah menunjuk dirinya untuk memegang jabatan Head and Area Sales. Akhirnya amanah yang diberikan oleh atasan kepadanya, dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab.

Lambat laun, dari waktu ke waktu, lama kelamaan, menurut dia ternyata sekarang ini bagian pemasaran adalah posisi yang paling nyaman.

“Saya juga enggak tau kenapa pimpinan saya menugaskan saya dipemasaran, padahal bagian itu awalnya sangat saya takuti, karena saya basic kuliahnya di teknik. Tapi lama-kelamaan setelah saya jalani dan saya rasakan, ternyata bagian pemasaran itu adalah posisi yang paling menyenangkan, karena bisa punya banyak teman” imbuhnya.

Sayangi Bawahan Supaya Di Cintai

Wendi yang kini telah mempunyai jabatan tinggi di PT PGN Lampung, sangat disenangi oleh rekan kerjanya, hal itu karena dirinya tidak pernah memarahi ataupun berucap kasar yang menyakiti hati orang, meskipun seseorang itu melakukan kesalahan, terutama dengan para karyawan yang secara struktur di perusahaan tersebut menjadi bawahannya.

 

Sikapnya yang penyabar dan rendah hati itu adalah pesan orang tuanya yang selalu diingat ketika ia bercerita kepada ayah ibunya bahwa dirinya dipilih oleh PGN pusat untuk menjadi pimpinan di Lampung.

 

“Sayangi bawahanmu, supaya kamu disayang dan dicintai mereka, jangan sering marah-marah, itu pesan orang tua saya, waktu saya minta doa restu untuk berangkat ke Lampung” ungkapnya.

Baca Juga:  PT PGN Masih Membuka Pendaftaran Pemasangan Saluran Gas

Luangkan Waktu Untuk Keluarga 

Menjadi pegawai di perusahaan, memang harus siap ditugaskan dimanapun. Meski terkadang terasa begitu berat untuk jauh dari orang tua, istri dan anak-anaknya.

Keluarga dan orang tuanya tinggal di Medan, dan ia tugas di Lampung, jarak daerah yang cukup jauh untuk sering bertemu dengan orang-orang yang disayanginya.

Namun ditengah kesibukannya bekerja, dikala ada waktu senggang, seperti jam istirahat, atau malam hari saat sedang santai, ia tak lupa berkomunikasi dengan mereka.

Terlebih saat ini teknologi sudah semakin canggih, untuk melepas rasa kangennya, ia gunakan video call, untuk melihat wajah dan keadaan keluarganya, orang tuanya dan memperhatikan pendidikan ketiga anaknya.

“Setiap hari saya komunikasi dengan keluarga, sekarang zaman sudah canggih, bisa lihat muka keluarga pake video call, jika anak-anak sedang libur panjang juga suka saya ajak liburan disini” imbuhnya.

Menurutnya meski dirinya jauh, namun untuk memberikan perhatian kepada keluarga, terutama anak-anaknya yang sangat perlu diperhatikan terutama soal pendidikan mereka, tetap harus dilakukan, agar anak-anak senantiasa bersemangat untuk belajar dan kelak bisa membanggakan orang tuanya. (IH).

 

Nama                                          : Wendi Purwanto

Tempat Tanggal Lahir            : Binjai, Medan Sumatera Utara, 16 Maret 1976.

Jabatan Pekerjaan                   : Head And Area Sales PT PGN Lampung.

Nama Orang Tua                      : Ratino Suhadi / Temu Miarty

Nama Istri                                  : Dian heryanti

Anak                                            : M Bima Shadqi, M Danu Shadqi, Widhi Arum Prameswari

 

 

2,156 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

PGN Wendi Purwanto

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan