Kisah UMKM Digital di Lampung: Bangun Usaha di Tengah Pandemi, Daftar GrabFood

BANDARLAMPUNG — Salah seorang pelaku UMKM di Bandarlampung yang
telah merasakan manfaat digitalisasi adalah Ketut Anggar Sae Prima (24 tahun).

Pada masa pandemi, Anggar membuka usaha kedai kopi Bun.Kopi karena
melihat kopi sudah menjadi gaya hidup dan tren yang semakin meningkat.

Anggar merasakan tantangan di
bisnis ini adalah kompetitor sejenis yang semakin menjamur.

“Agar semakin dikenal masyarakat
Lampung khususnya, saya langsung mendaftarkan usaha ke GrabFood. Bisnis kopi kekinian yang saya
jalankan ini langsung mengadopsi sistem digital karena saya mau menjangkau lebih banyak pembeli dan
memudahkan mereka untuk membeli kopi tanpa harus datang. Saya juga aktif mengikuti program yang diadakan Grab untuk mitra merchant dan terbukti, penjualan saya meningkat bahkan pernah menyentuh belasan juta per harinya. Kini 70% pembeli Bun. Kopi memesan minuman secara online. Saat ini Bun.Kopi fokus untuk melakukan pengembangan dari hanya kedai kopi sekarang merambah ke makanan ringan
sebagai pelengkap. Teknologi benar-benar membantu bisnis kecil untuk tumbuh dan saya berharap agar
semakin banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi agar tidak tertinggal.”pungkasnya saat konferensi pers virtual peluncuran program #terusUsaha, Selasa (14/7/2020).

Perlu diketahui, acara virtual press conference ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lampung, Dr. Agus Nompitu,
Assisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kota Bandarlampung, Ir. Pola Pardede, S.E., Kepala Seksi Pengembangan Penguatan dan Perlindungan Koperasi Dinas UMKM Provinsi Lampung, Gunawan SE, Head of West Indonesia, Grab Indonesia, Richard Aditya, dan Senior Economist, Tenggara Strategics, Lionel Priyadi, M.A.

Dalam acara ini diumumkan juga hasil riset terbaru tentang kontribusi Grab di Bandarlampung melalui para gig workers-nya sebesar Rp471 miliar.

Grab adalah super app terkemuka di Asia Tenggara, menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen.

Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 187 juta kali, memberikan pengguna Grab kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen.

Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan, barang, belanjaan, pembayaran digital dan layanan finansial di lebih dari 351 kota di 8 negara.(*)

Posting Terkait