Kisruh Hidayatul Muslimin, Disdik Tuba Akan Bentuk Tim

MENGGALA,-Dinas Pendidikan Tulangbawang pastikan akan mencoba memediasi guna menyelesaikan persoalan yang memicu terjadinya konflik antara Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Muslimin dengan Aparatur kampung Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng.

Bahkan sebagai permulaan Disdik telah

membentuk Tim yang pekan ini akan turun ke lapangan guna mengumpulkan data dan fakta penyebab terjadinya Perselisihan tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang Ristu Irham diruang kerjanya saat diminta tangapan terkait polemik antara yayasan dengan,masyarakat serta aparatur kampung, pada senin 02 Agustus 2021.

Menurut Ristu dirinya menilai jika terjadinya konflik antara lembaga Pendidikan Yayasan Hidayatul Muslimin dengan Aparatur Kampung setempat dipicu kurangnya koordinasi dan Komunikasi antara kedua belah pihak.

“Ini masalahnya simple,hanya kurang komunikasi,tapi sudahlah masalah sudah terjadi kami akan cari solusi agar persoalan kedua pihak dapat terselesaikan dengan baik,”tegas Kadisdik Tulangbawang Ristu Irham diruang kerjanya saat diminta tangapan terkait polemik antara yayasan dengan,masyarakat serta aparatur kampung, pada senin 02 Agustus 2021.

Menurut Ristu,konflik tersebut harus segera dituntaskan,karena jika dibiarkan berlarut-larut akan berkepanjangan dan berdampak negatif terhadap siswa-siswi yang bersekolah di yayasan setempat.

“Jadi biar gak lama lama saya sudah siapkan Tim khusus saya yakni Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP disertai anggota lainya untuk menyelidiki apa yang menjadi pokok persoalan,”ucapnya.

Karena Ristu menerangkan dalam menangapi persoalan yang terjadi di yayasan Hidayatul Muslimin tersebut semua pihak harus saling terbuka , transparan dan harus aktif berkoordinasi maupun berkoordinasi baik itu dalam hal segi pembangunan maupun dalam hal program pengembangan dunia pendidikan.

Sebab Lanjutnya apabila semua pihak duduk satu meja dan saling berdiskusi dan terbuka serta ada yang menerima pendapat ada juga yang mengalah maka persoalan yang terjadi akan selesai.

“Iya namanya diskusi tidak bisa juga seperti pihak yayasan Hidayatul Muslimin ini terlalu keras semua harus di bicarakan secara terbuka apalagi menyangkut siswa siswi jadi pihak komite Wali Murid dan aparatur kampung itu harus di ikut sertakan dalam membangun dunia pendidikan baru semua berjalan sesuai harapan”ujarnya.

Karena jika lintas koordinasi dan Komunikasi berjalan,maka pihaknya meyakini semua proses akan berjalan dengan baik,apalagi tujuan dan dengan ide yang sama yakni bagaimana mutu Pendidikan dapat maju dan berkualitas.

“Jadi tidak bisa kita kerjakan sendiri, apalagi tanpa adanya koordinasi dan Komunikasi dengan aparatur kampung,semua wajib terlibat karena pendidikan untuk semua warga negara,kedepan jika ada sesuatu menyangkut program,harus duduk satu meja,mencari formulasi agar berbagai program pendidikan berjalan sesuai harapan masyarakat “ingatnya.

Yang jelas lanjut Ristu menyikapi polemik antara lembaga pendidikan yayasan Hidayatul Muslimin pihaknya akan berkolaborasi dengan Kecamatan Gedung Meneng guna memfasilitasi kedua belah pihak,setelah didapatkan fakta oleh tim investigasi

“Jadi hasil dari investigasi kami di lapangan nantinya akan kami pelajari dengan cermat,jadi tolong kedua belah pihak sama-sama mengerti Insya Allah ini akan kami selesaikan secepatnya,”pungkasnya.(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait