KKL Pascasarjana MPBSI FKIP Unila Disambut Baik di Malaysia

BANDAR LAMPUNG – Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pascasarjana Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultal Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (MPBSI FKIP Unila) disambut baik di Universiti Putra Malaysia dan Penulis Nasional Malaysia (Pena), 3-4 Juli 2018.

Ketua Progran Studi MPBSI Unila Dr Edi Suyanto didampingi Ketua Pelaksana KKL Teguh menjelaskan bahwa kunjungan utama adalah ke Universiti Putra Malaysia (UPM) dan dijamu mesra di Rumah Pena (Penulis Nasional) Malaysia, Rabu (4/7) malam, dimulai pukul 19.00 sampai pukul 22.00 waktu Malaysia.

Baca Juga:  Mendagri Ajak Mahasiswa Unila Antisipasi Radikalisme

Dijelaskan Edi,  kunjungan  Pascasarjana MPBSI Angkatan 17 ini mendapat respon baik dari kedua lembaga tersebut.

Dia menambahkan, agenda utama dari kunjungan tersebut adalah bertukar info di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia antra S-2 MPBSI, dosen/mhs UPM, dan PENA.

“Respon UPM dan Pena sangat antusias. Bahkan ingin mengikat kerja sama dengan Unila, khususnya di bidang sastra,” kata Edi dihubungi melalui telepon seusai jamuan Majelis Temu Mesra di Rumah Pena.

Baca Juga:  Unila Kembangkan Program Peneliti Cilik

KKL MPBSI FKIP Unila ke Malaysia diikuti 32 orang, rombongan diketuai Teguh dan didampingi Ketua Prodo Dr Edi Suyanto dan dosen Eko.

Pada kesempatan Majelis Temu Mesra, kedua pihak menyajikan performa arts. Dari Unila menampilkan pembacaan puisi “Muli” karya Isbedy Stiawan ZS. Mereka mengolaborasi dengan musik dan dibaca oleh 5 orang bergantian.

Semetara Presiden Pena Dr. Muhammad Saleeh Rahamad mengatakan, kunjunga mahasiswa Universitas Lampung telah membuka era persaudaraan yang bakal membuka jalan baru untuk pertemuan seterusnya.

Baca Juga:  Unila Hadiri Simposium Pelatihan Pidana dan Krimonologi

“Generasi muda itu merupakan pelapis untuk hari muka. Mereka akan meneruskan hubungan antara dua negara atau sekurang-kurangnya sebagai duta informasi bagi tujuan kepahaman dalam kalangan masyarakat Indonesia.

“Kami yakin sastera antara dua negara akan lebih akrab,” ujar Saleeh Rahamad yanga dikenal sastrawan terpandang asal Malaysia.(*)

687 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Unila

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan