Klasika Cegah Radikalisme Lewat Kuliah Ramadan

Klasika Cegah Radikalisme Lewat Kuliah Ramadan

Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – KELOMPOK Studi Kader (Klasika) menjaga toleransi umat beragama dan mencegah radikalisme lewat Kuliah  Ramadan (Kurma) dengan tema Renung Kebinekaan.

Kegiatan ke-2 kalinya di bulan Ramadan ini akan diadakan di Sekretariat Klasika, Jalan Sentot Ali Basa, Gang Pembangunan A5, Sukarame, Bandar Lampung, pada 2-3 Juni dan 7-8 Juni 2018.

Hasil survei Badan Intelijen Negara (BIN) tahun 2017 menyatakan, 39% mahasiswa Indonesia telah terpapar paham radikal. Bahkan ada tiga kampus besar yang mendapat perhatian khusus karena dianggap menjadi basis penyebaran radikalisme.

Baca Juga:  Radicalism Threaten Nations

Hal inilah yang menjadi dasar Een Riansah, Penanggung Jawab acara mengangkat tema tersebut.

“Belum usai masalah bangsa ini atas kebodohan, kemiskinan, dan korupsi yang tak ada habisnya. Masyarakat kini semakin dibuat cemas terhadap aksi terorisme yang digencarkan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama,” ujarnya.

Kurma akan menghadirkan sejumlah akademisi. Pada sesi 1, Rektor Universitas Malahayati Lampung Dr. M. Kadafi, membahas peran pemuda dalam menangkal radikalisme.

Baca Juga:  Membendung Radikalisme di Kampus

Sedangkan Wakil Rektor III Universitas  Lampung Prof. AomKaromani, menyampaikan tentang agama dan pendidikan kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dr. Siti Mahmudah, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dan Chepry Hutabarat founderKlasika, masing-masing mengupas hostoritas syariah dan menggugat manusia modern. Keduanya akan menjadi pembicara pada sesi II.

Baca Juga:  Tjahyo Kumolo Ajak Mahasiswa Unila Antisipasi Radikalisme

Een mengatakan, untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat perlu diadakan ruang diskusi yang bersifat edukatif perihal pemahaman kebangsaan.

“Kami harap, penyelenggaraan kurma kali ini dapat menjaga nilai-nilai toleransi di masyarakat, para pemuda khususnya,” pungkasnya. (RD)

Klasika Kuliah Ramadan Radikalisme

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan