Klinik Skin Rachel Diduga Malpraktek

BANDARLAMPUNG-Peringatan bagi siapa saja khususnya kaum hawa bila ingin melakukan perawatan kecantikan. Bila tidak ingin kejadian seperti yang dialami Cik Eli salah satu konsumen di klinik Skin Rachel yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro No.92 Sumurbatu, Telukbetung, Bandarlampung (Balam).

Cik Eli mengaku telah menjadi korban mal praktrek, dimana saat melalukan perawaran kecantikan, dirinya mengalami luka dibagian lengan tangannya seperti terbakar.

“Lengan tangan saya ini luka, kalau pun mau dibayar berapa juga ini gak sebanding, yang paling menyakitkan adalah saya diusir tadi pagi,” kata Cik Eli, pasien perawatan kecantikan Skin Rachel, saat mengadu ke DPRD Bandarlampung, Senin (17/7).

Oleh karena itu ia meminta pertanggungjawaban klinik Skin Rackel. “Saya tadi pagi itu datang awalnya untuk membeli cream muka, cream malam, samblock. Tapi, apa yang saya terima, saya malah diusir oleh pihak klinik Skin Rachel. Makanya saya datang ke DPRD ini untuk mengadu. Awalnya saya nggak mau ngadu, karena mereka tidak ada itikad baik, maka saya laporkan ke DPRD,” ujarnya.

Baca Juga:  Dinkes Pringsewu Bantah Malpraktek Pasien Zaky Saputra

Luka bakar yang dialami oleh Cik Eli itu terjadi pada 29 Juni 2017 lalu, saat itu dirinya melakukan perawatan tubuh. “Saya melakukan perawatan kulit, pada saat dilakukan perawatan saya diberi obat lulur yang gunanya untuk ngebuang sel kulit yang mati. Setelah diberikan craem lulur kulit saya terasa panas dan saya menjerit untuk meminta bantuan kepada perawat,” paparnya.

Seketika kulit saya melepuh dan luka. “Lalu saya diberikan obat oles yang gunanya untuk menghilangkan lepuhan namun bukan kesembuhan yang saya dapat tapi lukanya semakin melebar,” jelasnya saat bercerita pada awak media di Komisi I DPRD Kota Balam, Senin (17/7).

Baca Juga:  DPRD Kota Bakal Panggil Pemilik 'Malpraktek' Skin Rachel

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Balam, Nu’man Abdi menjelaskan jika laporan korban dugaan mal praktek klinik kecantikan tersebut langsung diterima dan segera ditindaklanjuti. “Ini tidak main-main karena ada korbannya, kami akan memanggil pihak managemen klinik tersebut untuk mengetahui perizinan yang dimiliki apa dia punya surat penanggungjawab teknis medis, SIP (surat izin praktek) dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu juga pihaknya (DPRD, red) akan pertanyakan, sertifikat pendidikan dan pelatihan estetik medik yang masih berlaku 5 tahun terakhir dan surat tanda registrasi doktet (STR), serta legaisasi konssil kedokteran Indonesia. “Apakah ada surat izin perawat dan SIK perawat. Juga apoteker seperti surat tanda registrasi tenaga teknik kefarmasian, dan surat izin tenaga kerja teknik kefarmasian. Mudah-mudahan hearing dengan stack holder Rabu (19/7) besok,” tegasnya.

Terpisah, penanggungjawab Klinik Skin Rachel, Agnes, ia mengaku tidak bisa menjelaskan terkait peristiwa melepuhnya tangan pasien tersebut. “Kalau perawatan itu kan ada tim dokter yang menanganinya, saya tidak bisa jawab, nanti dokter saja yang menjelaskan sekarang Doktrer sedang di Bali nanti tanggal 24 dia baru dateng,” ujar Agnes.

Baca Juga:  Jadi Korban Malpraktek, Pasien Gugat Klinik Perawatan Kulit

Bukan hanya itu, pihak managemen pun tidak bisa membeberkan terkait tudingan pasien cik Eli yang tidak diterima dengan baik. Bahkan ditolak untuk membeli obat kecantikan atau untuk peremajaan kulit. “Kalau kami ini mencari pelanggan bukan mau ngusir pelanggan, gak mungkin kami usir pelanggan,” kilahnya.

Sebelumnya, manager klinik kecantikan skin Rachel Agnes dan Leni, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi, pihak managemen mengecek data dan ID Card wartawan yang akan melakukan konfirmasi. Bahkan seluruh rekaman dan handpone wartawan pun disita tidak boleh merekam apapun. (JI)

Malpraktek

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan