KMS Bernung Sukses Atasi Masalah Tinja

Pesawaran(FS)-Kerja keras yang ditunjukan para warga Desa Bernung Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran dalam menanggulangi pencemaran sungai Way Bernung akibat tidak adanya tempat pembuangan tinja (septik tank,red) yang dibuang langsung oleh warga melalui saluran pipa yang langsung jatuh ke Way Bernung. Kini mulai membuahkan hasil.

Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bernung mereka mampu menunjukan eksistensinya.

Kini, pemerintahan Desa Bernung melalui organisasi KSM Bernung tengah melakukan proses program kegiatan pembangunan empat unit septik tank komunal dari bantuan DAK TA 2020 di bidang sanitasi dari Kementerian PUPR melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) di Bumi Andan Jejama ini.

Ketua KMS Bernung, A. Faqih Usman mengucapkan, atas nama masyarakat Bernung, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran yang telah memberikan bantuan septik tank ke Desa Bernung dan bantuan ini semoga bermanfaat
menuju sanitasi sehat, dan mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut pola hidup masyarakat kami berubah, dan bisa menjadi warga sehat dan bebas dari kawasan kumuh.

“Untuk Desa Bernung sendiri memperoleh 4 unit septik tank komula. Dari jumlah tersebut kita berikan pada warga bantaran sungai atau Way Bernung yakni, dusun Sido Asri berjumlah satu unit dan tiga unitnya lagi di dusun Bernung 1,”katanya kepada reporter ‘fajar sumatra’ saat ditemui dilokasi pekerjaan, Minggu (24/10/2020).

Dikatakan Faqih, saat ini, pembangunannya masih dalam proses, dengan mencover sambungan rumah sebanyak 46 kepala keluarga. Kendati jumlah tersebut belum dapat memenuhi permintaan warga yang kebanyakan tinggal di bantaran sungai Way Bernung.

“Kalau bisa ini ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan warga,”ucapnya seraya mengatakan bahwa pembangunan septik tank ini dikerjakan secara swadaya oleh warga setempat.

Pembuatan jamban dengan sistem septik tank komunal ini, kata Fagih, bertujuan untuk menanggulangi pencemaran sungai Way Bernung akibat tidak adanya saringan kotoran yang dibuang langsung oleh warga setempat dengan menggunakan jamban yang langsung jatuh kealiran sungai Way Bernung.

“Kebanyakan warga di dusun tersebut membuang kotorannya langsung ke sungai Way Bernung. Nah kalau ada saringan, pencemaran dapat dikurangi. Solusinya tadi, ya dengan menyediakan jamban dengan sistem septik tank,”terangnya.

Pria yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Bernung ini berharap, pembangunan fisik septik tank komunal tersebut kedepan bisa bermanfaat bagi masyarakat serta untuk meminimalisir terjadinya lingkungan kumuh.

“Tentu kedepan program bantuan septik tank bisa dikucurkan lagi di wilayah Bernung yang memang memerlukan sentuhan yang merata, dan mudah mudahan kedepannya dapat ditambah lagi fisiknya,”harapnya.

Dengan bantuan ini, tegas Fagih, KSM Bernung tetap komitmen dan konsisten bersama anggota KSM dibantu warga melakukan pembangunan dengan kualitas dan spek matrial yang kuat. Sehingga diharapkan menghasilkan kualitas pembangunan septik tank komunal dengan bagus dan tahan lama bisa dipakai anak-anak cucu kelak nanti.

Senada di sampaikan Bendahara KSM Bernung, Lukito, untuk mengubah kebiasaan pola hidup masyarakat agar tidak membuang kotoran langsung ke sungai, memang tidak mudah.

Namun, menurut Lukito, sosialisasi dari pemerintah perlu ditingkatkan lagi. Ini untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat agar tidak membuang kotorannya langsung ke sungai.

“Kalau menggunakan jamban dengan septic tank, kotoran akan tersaring dan diuraikan, sehingga cairan yang keluar dari jamban itu tidak terlalu mengandung bakteri ecoli lagi yang dapat mengakibatkan pencemaran sungai,” jelasnya.

Ia pun berharap, semoga pengadaan jamban melalui program sanitasi septik tank yang baik dan sehat bagi masyrakat di kabupaten yang berjuluk Bumi Andan Jejama ini dapat terpenuhi,”tandasnya.

Terpisah Yanto salah satu penerima bantuan septik tank mengaku merasa senang dengan bantuan septik tank, sehingga dengan adanya septik tank komula ini, warga dilingkungan ini tidak lagi membuang kotoran tinja-nya sembarangan ke sungai Way Bernung, terutama pada malam hari.

“Kami sudah bertahun-tahun menggunakan sungai Way Bernung sebagai tempat membuang air besar, dikarenakan warga disini hanya sebagian yang punya WC tapi tidak ada septik tank sebagai tempat pembuangan tinja, sehingga sungai tempat satu-satunya untuk pembuangan air besar,”papar Yanto saat dikonfirmasi ‘fajar sumatra’ di area pekerjaan.

Disebutkan Yanto, kondisi tersebut bukan hanya dirinya saja, tetapi banyak warga tetangga yang lainnya di wilayah lingkungan setempat mengalami hal serupa.

“Dengan adanya septic tank ini, maka secara tidak langsung akan menjadikan lingkungan kami menjadi bersih dan sehat serta sungai Way Bernung tidak tercemari oleh tinja warga,”pungkasnya. (zainal)

Posting Terkait