Kober Gelar Workshop Pengelolaan Organisasi dan Buku Ajar Seni

Sastrawan Yuli Nugrahani sedang berbicara dalam Workshop Organisasi Seni di Graha Kemahasiswa Unila, Sabtu (18/3). (ISTIMEWA)

BANDARLAMPUNG, FS – Komunitas Berkat Yakin (Kober)  Lampung menggelar  workshop Peningkatan Kapasitas Pekerja dalam Pengelolaan Organisasi Seni dan Merancang Bahan Ajar Seni Penulisan pada minggu ketiga Maret ini.

Alexander GB dari Kober mengatakan, Workshop Peningkatan Kapasitas Pekerja dalam Pengelolaan Organisasi Seni dilaksanakan Sabtu dan Minggu, 18-19 Maret 2017.

Pada kesempatan ini, Riffian A Chepy (Mantan Kasi Kebudayaan dan Ketua Dewan Kesenian Metro), Ari Pahala Hutabarat (Direktur Artistik/sutradara Kober), dan Yuli Nugrahani (cerpenis) ditunjuk sebagai pemateri.

“Peserta workshop, berjumlah 36 orang yang berasal dari perwakilan organisasi seni mahasiswa yang selama ini menjadi mitra Kober, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung, UKM KSS FKIP Unila, UKM Karintas-STIE Genti Aras, Sun Love, Teater Mentari-UM Metro, UKMBS Malahayati, UKMBS STIMIK Darmajaya, UKM-SBI IAIN Raden Intan, Teater Senior Umitra, dan Kosakata Unila,” kata Alexander dalam rilisnya yang diterima Fajar Sumatera, Selasa (21/3).

Materi yang dibahas pada kesempatan kali ini, kata dia,  antara lain, identifikasi atau  brainstorming persoalan pengelolaan organisasi seni di lingkungan kampus, analisis swot, goal setting, strategi kampanye, analisis posisi dan kuasa, kampanye media, membuat rilis dan membangun citra organisasi dan lain sebagainya.

Selanjutnya, kata dia, Workshop Merancang Bahan Ajar Seni Penulisan yang dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa. Ahmad Yulden Erwin (Kritikus dan Sastrawan) yang ditunjuk sebagai pemateri dengan Ari Pahala Hutabarat dan Yuli Nugrahani sebagai fasilitator.

Pada kesempatan ini, kata Alexander, dibahas mengenai sejumlah hal berkaitan dengan identifikasi untuk menghasilkan karya yang berkualitas, lalu identifikasi strategi dan materi pengajaran.  Workshop ini diikuti seluruh anggota Kober.

“Pemateri menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan dalam penyusunan modul, dan membuat semacam standar penulisan, sehingga strategi yang diterapkan selama pengajaran jelas tolok ukur berhasil atau tidaknya,” ujarnya.

Ahmad Yulden Erwin menyambut baik gagasan Kober untuk bersama-sama dalam penyusunan pengajaran ini karena selama ini belum ada lembaga atau instansi yang membahasnya secara serius.

“Anggota Kober yang mayoritas penulis (prosa dan puisi), bersama pemateri dan fasilitator kembali mengevaluasi modul yang pernah dibuat.  Harapannya, modul terus disempurnakan dan aplikatif kala diterapkan di berbagai level pendidikan (pelajar, mahasiswa, umum),” kata Erwin.

Selain merancang bahan pengajaran, anggota Kober selanjutnya menguji coba semua metode penulisan tersebut. Selain menghasilkan karya kolektif, akan ada pembahasan-pertemuan yang rutin mengenai modul ini, termasuk training untuk semua anggota yang kelak menjadi fasilitator kelas menulis kreatif yang diselenggarakan oleh Kober.

Bahan Pengajaran Seni Penulisan Kober diharapkan dapat menjawab minimnya panduan pengajaran sastra (seni penulisan) di Lampung.  (*)

343 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment