Komisi III DPRD Waykanan Tinjau Proyek Provinsi Diduga Bermasalah

Muslimin | Fajar Sumatera

BLAMBANGANUMPU-DPRD Waykanan tinjau Proyek APBD Provinsi Lampung senilai 27 Miliar lebih yang diduga bermasalah.

Proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung itu kini tengah viral dan menjadi sorotan berbagai kalangan.

Sekretaris Komisi III DPRD Waykanan Bidang Pembangunan Hamim Akbar mengatakan, karena sudah menjadi konsumsi publik dan banyaknya perbincangan warganet makanya kita kesini untuk melihat dan meninjau langsung proses pekerjaan proyek tersebut.

“Untuk teknis pekerjaan saya belum mengetahui, namun kami meninjau dan melihat proses pekerjaan ini untuk menegethaui langsung. Ini juga menjadi bahan laporan kepimpinan” kata Hamim, Rabu (9/10/2019).

Sebelumnya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Patriot Indonesia (PI) Sarnubi mengatakan, proyek pembangunan jalan rigid beton yang dilaksanakan oleh dua PT yang berbeda yakni PT. Segitiga Permai Perkasa paket peningkatan jalan ruas Blambanganumpu-Srirejeki nilai paket Rp11.100.850.000, diduga tidak sesuai bestek dan adanya kejanggalan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Perbaiki Jalan, Baliho Mustafa Numpang Eksis

“Kami melihat ada kejanggalan, pertama tidak dipasang papan plang informasi pekerjaan peningkatan jalan rusa Blambanganumpu-Srirejeki yang sedang dikerjakan itu, papan plang bukannya di pasang di lokasi kerja malah di simpan di base camp tempat mereka menginap,” kata Sarnubi, Selasa (2/10/2019).

Untuk proyek pembangunan ruas jalan Srirejeki-Pakuan nilai paket Rp16.587.210.000, yang dikerjakan oleh PT. Indoteknik Prima Solusi malah papan plang nya dipasang, “Ini ada apa, satu di pasang satunya gak, ini nama PT nya yang beda tapai yang mengerjakan tetap satu,” lanjut Sarnubi.

Sedangkan, kata Sarnubi, papan plang pun tidak ada penjelasan panjang volume dan lebar volume ini jelas adanya kenjanggalan. Selain itu, tim pelaksana atau penangung jawab dikerjaan ini tidak pernah ada di lokasi yang ada cuma pengaman dari oknum Brimob dan pekerja.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Resmi Kelola 8 Ruas Jalan Provinsi Lampung

Sarnubi melanjutkan, pekerjaan rigid beton di duga tidak sesuai dengan bestek, dimana untuk penyebaran Bes B nya tidak dipadatkan dengan vibro hanya mengunakan eksavator.

“Landas rigid yang mereka kerjakan benar mengunakan Bes B tapi tidak mengunakan vibro, seharusnya selesai ditaburkan abu batu, selanjutnya dipadatkan dengan vibro supaya tanah itu tetap terjaga dan tetap kokoh mana yang labil tidak labil lagi, itu gunanya makai vibro. Tapi ini malah makai eksa vator mengakibatkan tanah tetap labil,” ungkap Sarnubi.

“Saya sudah beberapa kali kesini tapi tidak pernah menemukan tim pelaksana atau penanggung jawab proyek yang menelan anggaran Rp27 miliar lebih ini pernah ada di lokasi,” imbuhnya.

Saat di temui Direksi PT Segitiga Permai Perkasa, Gunawan selaku quality control mengatakan, tidak tahu dan mengerti kualitas barang yang digunakan, contoh ukuran besi dan aneh lagi papan pemberitahuan proyek tersebut juga tidak di pasang.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Perbaiki Jalan, Baliho Mustafa Numpang Eksis

“Kalau soal itu saya tidak tau pak, kenapa tidak dipasang di lokasi,” kata Gunawan.

Disinggung masalah pengguna besi cor rigid beton yang di pakai, ia pun menjawab tidak tahu ukuran besi yang di pakai. “Saya juga tidak tahu berapa ukuran bensinya pak, yang dipakai”ungkapanya.

Untuk mengetahui berapa ukuran besi cor rigid beton yang di pakai time langsung turun ke lokasi kerja. Hasil temuan tim pantauan di lapangan didapat besi yang digunakan ukaran 10 mm banci untuk batangan kolom, sedangkan untuk cicinnya 8 mm banci dan untuk jarak cicin pada kolom antara satu dengan yang lain berjarak lebih dari 30 cm. Hasil penelusuran tim mulai dari ruas jalan Blambangan Umpu-Srirejeki dan ruas jalan Srirejeki-Pakuan Ratu. (MS/RC)

APBD Provinsi DPRD Waykanan Jalan Provinsi

Posting Terkait