Komisi Kejaksaan Sikapi Aliran Uang ke Jaksa Yusna Adia

Yusna Adia                                                                                               Foto: istimewa

BANDARLAMPUNG – Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) memberikan tanggapan tentang fakta persidangan kasus korupsi fee proyek yang terjadi di Pemkab Lampung Utara.

Tanggapan ini dikhususkan kepada para jaksa yang disebut-sebut menerima aliran uang oleh Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PU-PR Lampung Utara, Fria Apris Pratama.

“Diharapkan terkait dengan apa yang terungkap dalam persidangan tersebut pimpinan cq bidang pengawasan setempat sudah mampu mengambil langkah-langkah kronkret dalam menjawab kasus tersebut,” ucap anggota KKRI Muhammad Ibnu Mazjah, Selasa (14/1/2020).

Saat sidang berlangsung, Fria menyebut nama Yusna Adia dan Van Barata Semenguk. Dua nama jaksa ini disebut diberi uang oleh dirinya atas perintah atasannya, Kadis PU-PR Lampung Utara Syahbudin.

Yusna Adia saat itu menjabat sebagai Kajari Lampung Utara. Sementara Van Barata Semenguk menjabat sebagai Kadi Pidsus Kejari Lampung Utara.

Melihat hal ini, Muhammad Ibnu Mazjah menyatakan kepada publik agar tidak ragu dengan penegakan hukum bagi jaksa-jaksa yang dianggap menyimpang dari tugas dan fungsi pokoknya.

“Jangan ragukan kami tentang keberanian dan komitmen kami dalam rangka pengawasan untuk meningkatkan kualitas kinerja kejaksaan tapi tentu harus didasarkan pada ketentuan hukum,” jelasnya.

Menurut cerita Fria di sidang, Yusna Adia mendapat uang sebesar Rp1,5 miliar. Dan Van Barata Semenguk mendapat uang sebesar Rp15 juta. (RICARDO)

KKRI PUPR Lampung Utara Yusna Adia

Posting Terkait