Kopi Lambar Kurang Perhatian

Gambar Ilustrasi (Ist).
LIWA, FS—Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengeluhkan masih minimnya bantuan yang diberikan untuk pengembangan tanaman kopi di wilayah setempat. Padahal, Lambar merupakan daerah penyumbang kopi robusta terbesar untuk Provinsi Lampung (38%) dan nasional (7%).

Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Perikanan Lambar, Cik Agus memaparkan, pada tahun ini pemerintah pusat melalui bantuan APBN hanya menganggarkan bantuan pupuk bagi 20 kelompok tani untuk lahan seluas 250 hektare. Dengan per hektarenya mendapat bantuaan 450 kg pupuk organik.

“Bantuan yang kami usulkan untuk 400 hektare, tapi yang disetujui hanya 250 hektare,” kata dia, Rabu (22/3).
Sementara untuk bantuan yang bersumber dari pos APBD, pemerintah daerah telah melakukan peremajaan tanaman kopi pada luas perkebunan mencapai 150 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Total seluruh anggaran mencapai Rp400 juta selama setahun. Karena anggaran terbatas, jadi programnya masih seperti tahun lalu,” kilahnya.

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya mempromosikan produk kopi Liwa ke tingkatan nasional maupun mancanegara. Salah satunya melalui festival minum kopi yang digelar tahun lalu oleh pemerintah daerah sebagai upaya untuk mengenalkan kopi kepada masyarakat. Namun gelaran tersebut justru ditiadakan tahun ini.
“Festival kopi tahun ini tidak ada. Jika dilakukan tiap tahun, kegiatan tersebut justru akan menurunkan jumlah peminat. Yang hadir juga adalah masyarakat lokal,” kata dia.

Berdasar data Dinas Perkebunan dan Perikanan Lampung Barat, dari total areal perkebunan yang mencapai 65.277,5 hektare, sekitar 53.611,5 hektare diantaranya adalah tanaman kopi robusta. Sisanya berupa lahan perkebunan turunan seperti lada, kakao, kayu manis dan lainnya.

Bangun Kebun Kopi Percontohan
Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar berencana membangun kebun kopi percontohan sebagai upaya mendongkrak produksi kopi dengan melakukan peremajaan pada batang kopi melalui sistem penyambungan atau distek.

Kebun kopi percontohan seluas 2 hektare ini berlokasi di Pekon Hanakau Kecamatan Sukau. Di kebun ini nantinya tanaman kopi yang sudah tua akan dipangkas untuk kemudian dilakukan penyambungan tunas.

Bersama dengan program demplot perkebunan kopi,  Pemkab Lambar juga menganggarkan untuk pemberian bantuan terhadap 150 hektare, dengan bentuk bantuan pupuk NPK, pisau, entries, gunting pangkas, plastik putih dan biaya pembongkaran.

Untuk sasaran program peremajaan  tanaman kopi ini yakni Kecamatan Lumbokseminung, Balikbukit, Sukau, Batubrak, Belalau, Batuketulis dan Bandarnegeri Suoh (BNS), dengan total anggaran termasuk demplot kopi di Pekon Hanakau  sebesar Rp400 juta.

Selain program peremajaan, pemkab juga menggulirkan program pengendalian hama penyakit. Petani akan  difasilitasi untuk Sekolah Lapangan Hama Penyakit Terpadu (SLHPT) dengan sasaran sembilan kelompok tani, yang tersebar di sembilan kecamatan, yang juga ada bantuan berupa bantuan peralatan.(*)

224 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment