Korban Banjir dan Longsor di Jabar Capai 44.426 Jiwa

Foto: Sudirman Wamad

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat sampai saat ini mencatat kurang lebih sebanyak 44.426 jiwa terkena dampak bencana banjir dan longsor di tiga daerah di Jawa Barat.

Manajer Pusdalops BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan puluhan ribuan jiwa tersebut merupakan korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bandung.

“Yang sekarang masif itu masih di tiga daerah. Di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bandung,” kata Budi, saat ditemui di Kantor BPBD Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, seperti dilansir detik.com, Selasa (26/2/2018).

Baca Juga:  Dua Kecamatan Masih Terendam Banjir

Berdasarkan data yang dimilikinya, korban bencana di Cirebon paling banyak mencapai 39.045 jiwa. Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten bandung yang merendam tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang mencapai 1.682 orang.

Sementara di Kabupaten Kuningan ada sekitar 3.681 jiwa yang terkena dampak akibat bencana longsor dan pergerakan tanah yang terjadi 21 Ferbuari 2018. Bahkan saat ini, kata Budi Kabupaten Kuningan dan Cirebon statusnya sedang masa tanggap darurat sampai 5 Maret 2018 mendatang.

Baca Juga:  BPBD Bandar Lampung Antispasi 8 Wilayah Rawan Banjir

“Kabupaten Kuningan dan Cirebon sekarang statusnya tanggap darurat diperkirakan sampai 5 Maret,” ucap Budi.

Dia melanjutkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menanggulangi bencana yang terjadi di tiga kabupaten tersebut. Khusus Kabupaten Kuningan pihaknya menerjunkan sebanyak 15 personel unit reaksi cepat untuk membantu penanganan di lapangan.

“Tadinya 15 orang ini bertugas di Kabupaten Cirebon tapi kan di Cirebon banjir sudah agak surut jadi kita alihkan ke Kabupaten Kuningan,” katanya.

Baca Juga:  Lima Korban Longsor Ditemukan Meninggal

Budi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana banjir dan longsor. Apalagi saat ini, kata dia, Jawa Barat masih berstatus siaga bencana banjir dan longsor.

“Jawa Barat statusnya masih siaga bencana banjir dan longsor. Penetapan status ini sudah dimulai sejak November 2017 sampai 31 Mei 2018 nanti,” tandasnya.

(net/hp)

Banjir Longsor

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan