Korupsi Dana Desa Wahid Di Tuntut Enam Tahun Penjara

 

Sidang kasus korupsi dana desa Kampung Menanga Jaya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang

 

Bandar Lampung-lantaran menyalahgunakan anggaran dana desa, Kepala Kampung Menanga Jaya,  Kecamatan Banjit , Way Kanan, Wahid Maulana  dinyatakan bersalah dan dituntut penjara selama 6 tahun,  oknum kepala kampung ini juga diminta untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar 457 juta rupiah.

 

Wahid maulana  dinyatakan telah bersalah oleh jaksa  melanggar pasal 2 ayat -1  junto pasal 18  undang – undang nomor 31 tahun 1999  yang dirubah dan ditambah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001   junto pasal 64 ayat 1 k-u-h-p

Kepala Kampung Menanga Jaya  Kecamatan Banjit  Kabupaten Way Kanan ini  dituntut menjalani  hukuman pidana penjara selama 6 tahun  dan dikenakan pidana denda sebesar 200 juta rupiah  dengan subsidair denda yaitu penjara selama 3 bulan.

Wahid pun dikenakan pidana uang pengganti kerugian negara yang diakibatkan olehnya  yaitu sebesar 457 juta 622 ribu 500 rupiah  dengan ketentuan apabila tak sanggup membayar maka akan digantikan dengan pidana kurungan badan selama 3 tahun penjara.

Kejahatan oknum kepala kampung tersebut bermula di tahun 2016 lalu  perbuat korupsinya dilakukan pula bersama sama dengan anak kandungnya bernama  soluhudin selaku bendahara kampung  dan seorang bernama  kasdilah selaku pendamping lokal desa

Korupsi yang dilakukan oleh wahid diperbuat dengan cara  menggunakan nota belanja  kwitansi pembayaran  dan tanda tangan penerima honor yang fiktif  serta tidak dilakukannya beberapa kegiatan yang termasuk di dalam anggaran.

Keberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan oleh kepala kampung ini diantaranya  pelatihan budidaya ikan  pelatihan menjahit  TP PKK dan pelatihan kader posyandu  serta beberapa pembangunan yang tidak sesuai dengan anggaran.

Terdakwa wahid maulana  melibatkan kasdilah selaku pendamping lokal desa dalan perkara korupsi ini  dengan mengiming – imingkan akan menganggap lunas seluruh hutang – hutang kasdilah kepadanya , sementara sidang lanjutan dari perkara korupsi ini akan kembali digelar pada minggu depan  dengan agenda sidang yaitu pembacaan nota pembelaan dari terdakwa wahid maulana . (Tinus)

 

 

Posting Terkait