KPK Dorong Unila Masukkan Pendidikan Antikorupsi Dalam Kurikulum

Penandatanganan kerjasama antara Unila dengan KPK | Foto: istimewa

BANDARLAMPUNG – Civitas Universitas Lampung (Unila) mendeklarasikan diri sebagai perguruan tinggi antikorupsi.

Deklarasi antikorupsi merupakan bentuk sinergisitas lembaga anti rasuah dangan perguruan tinggi se-Indonesia khususnya Unila.

KPKmenilai perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan penelitian juga merupakan pusat pengajaran dan pergerakan antikorupsi.

Baca Juga:  Rony Kurnia Sangat Yakin Tidak Ada Perlakuan Khusus di Ruang Sidang Online Tipikor Dari KPK: Padahal Ada Buah Jeruk di Meja Agung Ilmu Mangkunegara

Pejabat-pejabat yang tertangkap KPKmerupakan orang orang yang berpendidikan dan memiliki gelar akademik.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, pendidikan kampus belum mampu memberikan etika dan akuntabilitas sehingga perlu dievaluasi.

KPK mendorong Unila untuk memasukkan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum.

“Dan bersinergi dalam tata kelola pelaksanaan bidang akademik, penelitian maupun pengabdian yang antikorupsi,” kata Nurul, Kamis (13/2).

Baca Juga:  Ketua KPK Soroti Anggaran Covid-19 Provinsi Lampung

Deklarasi perguruan tinggi antikorupsi disambut baik Rektor Unila, Aom Karomani.

Unila bersikap responsif terhadap masukan masukan KPK dalam upaya memberantas korupsi.

Aom karomani menyambut baik masukan KPK terkait tata kelola pelaksanaan bidang akademik, penelitian maupun pengabdian yang antikorupsi.

Tata kelola kampus yang bersih ke depannya menjadi salah satu indikator perguruan tinggi dalam meningkatkan akreditasi.(JO)

Baca Juga:  Pimpinan KPK Kunjungi Kementerian PUPR: Strategi Memperkuat Komitmen Antikorupsi

Kampus Antikorupsi KPK Unila

Posting Terkait