KPK Jebloskan Agung Ilmu Mangkunegara Dkk di Penjara yang Berbeda

 

Dinasti Politik dan Family Corruption di Lampung Utara, Haruskah Muncul Tersangka Baru?

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara menatap tajam ke arah majelis hakim saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Tommy Saputra/Fajar Sumatera

Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] melakukan eksekusi kepada empat orang terpidana pada perkara korupsi suap fee proyek Dinas PU-PR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Selasa, 21 Juli 2020.

Penjeblosan kepada empat orang terpidana ini memang sudah sesuai dengan rencana KPK yang sudah disampaikan, Senin kemarin, 20 Juli 2020. Mereka adalah mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara; mantan Kadis PU-PR Syahbudin; mantan Kadis Perdagangan Wan Hendri; dan paman bupati Raden Syahril.

Plt Juru Bicara pada Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menjelaskan, proses penjeblosan keempat orang itu menjadi warga binaan dilakukan oleh jaksa eksekusi dari KPK bernama Leo Sukoto Manalu.

Baca Juga:  KPK Bilang Ada yang Tidak Biasa Dengan Pengeras Suara di PN Tipikor Tanjungkarang

Pelaksanaan itu dinyatakan KPK telah sesuai dengan keputusan hakim pada Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, pada 2 Juli 2020 lalu.

KPK memutuskan, Agung Ilmu Mangkunegara untuk menjalani masa pidananya selama 7 tahun di Rumah Tahanan Negara [Rutan] Kelas IA, Bandar Lampung. Agung Ilmu Mangkunegara juga didenda sebesar Rp750 juta subsidair 8 bulan kurungan.

Selain itu, Agung Ilmu Mangkunegara juga dijatuhi pidana tambahan sejumlah Rp74.634.866 dikurangi dengan jumlah uang yang telah disita dan dikembalikan oleh Agung Ilmu Mangkunegara dengan ketentuan paling lama dalam waktu satu bulan sesudah vonis dinyatakan berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Agung Ilmu Mangkunegara tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun.

Baca Juga:  Sidang Korupsi Agung Ilmu Mangkunegara di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang Berlangsung 12 Jam

Kemudian KPK memutuskan, Wan Hendri untuk menjalani masa pidananya selama 4 tahun di Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Kelas IA, Bandar Lampung dengan denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Dijatuhkan juga pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp60 juta dengan ketentuan paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Wan Hendri tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama dua bulan.

Baca Juga:  Fakta Lain di Balik Gratifikasi Rp100 Miliar Agung Ilmu Mangkunegara

KPK juga memutuskan, Syahbudin untuk menjalani masa pidananya selama 5 tahun di Lapas Kelas IA, Bandar Lampung. Dengan denda sejumlah Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Dijatuhkan juga pidana tambahan kepada Syahbudin untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp2.382.403.500 dikurangi dengan sejumlah uang yang telah disita dan dikembalikan oleh Syahbudin, dengan ketentuan paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Syahbudin tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama delapan bulan.

Tak hanya itu, KPK juga memutuskan untuk menjebloskan Raden Syahril ke LP Kelas IA Bandar Lampung untuk menjalani empat tahun dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan didenda Rp200 juta subsidair satu bulan kurungan. [Ricardo Hutabarat]

Agung Ilmu Mangkunegara Eksekusi Agung Ilmu

Posting Terkait