KPK Panggil Musa Ahmad sebagai Saksi di Pengadilan Perkara Mustafa

Musa Ahmad, Calon Bupati Lampung Tengah (Foto ist)

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menyidangkan mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada November 2019 ini. Mustafa akan diadili sebagai orang yang menerima suap dari pengusaha tenar asal Provinsi Lampung, Simon Susilo dan Budi Winarto alias Awi. Dari kedua orang itu, Mustafa menerima Rp12,5 miliar. Sementara, total dugaan penerimaan suap yang notabene berasal dari ijon proyek pada Dinas Bina Marga Lamteng, senilai Rp95 miliar.

Uang yang didapat dari Simon Susilo -kakak kandung Artalita Suryani alias Ayin penyuap seorang jaksa Urip Tri Gunawan senilai 660.000 dolar AS- dan Awi itu kemudian digunakan Mustafa untuk menyuap anggota DPRD Lamteng agar menyetujui dan mengesahkan APBD 2018. Nilai suap yang diberi Mustafa bervariasi. Totalnya senilai Rp6 miliar untuk empat anggota DPRD yang kini sedang menjalani sidang.

Untuk mengurai bagaimana proses tindak pidana yang dilakukan Mustafa ini, lembaga antirasuah ini memeriksa sejumlah anggota DPRD sebagai saksi terperiksa. Baik itu pemeriksaan di tingkat penyidikan maupun penuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK Ali Fikri mengatakan menjadwalkan pemanggilan kepada Musa Ahmad, Ketua DPD Partai Golkar Lamteng. Musa Ahmad sebelumnya sudah pernah diperiksa sebagai saksi terperiksa untuk tersangka Ketua DPRD Lamteng periode 2014-2019, Achmad Junaid. Ali Fikri kemudian menjelaskan tentang kapan jadwal sidang Mustafa mulai bergulir di meja hijau.

“Kita masih fokus pada sidang dengan perkara Achmad Junaidi dan kawan-kawan,” ujar Ali Fikri, Senin (4/11/2019) lalu. Sidang yang harus difokuskan oleh KPK adalah perkara dengan terdakwa penerima suap Rp6 miliar dari Mustafa: Achmad Junaidi; Raden Zugiri; Zainudin; Bunyana.

“Untuk Musa Ahmad, akan kita hadirkan sebagai saksi di pengadilan dengan sidang terdakwa Mustafa,” jelasnya pada Kamis (7/11/2019). Musa Ahmad adalah anggota DPRD Lamteng periode 2014-2019.

Ia kemudian resmi menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung untuk periode 2019-2024. Kini ia digadang-gadang untuk ikut dalam Pilkada Lamteng pada 2020. Musa akan menggandeng dr H. Ardito Wijaya, anak dari Wali Kota Metro, Achmad Pairin. Majunya Musa Ahmad didukung oleh 28 Pimpinan Kecamatan (PK) dan 314 Pimpinan Desa (Pimdes) serta 9 sayap-sayap Partai Golkar. Musa didukung secara tertulis. (*)

Musa Ahmad Perkara Mustafa

Posting Terkait