KPK Periksa Lima Orang Kontraktor Terkait Berkas Perkara Korupsi Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa

KPK Periksa Lima Orang Kontraktor Terkait Berkas Perkara Korupsi Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa memakai rompi tahanan KPK. Foto: Istimewa.

Fajar Sumatera – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] melakukan permintaan keterangan kepada lima orang saksi berkait dengan perkara korupsi eks Bupati Lampung Tengah Mustafa. Secara keseluruhan status para terperiksa adalah kontraktor atau wiraswasta.

Pemeriksaan itu ditujukan kepada:

1) Suyadi.
2) Syamsudin Syamsi
3) Hi Mas Yuli Charda
4) Yusnan Eko Rozali
5) Dicky Purna Jaya

Baca Juga:  KPK Bagi Pengalaman Pengelolaan LHKPN dengan Afghanistan

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan kesaksian mereka diminta untuk melengkapi berkas perkara eks Bupati Lampung Tengah Mustafa. Pemeriksaan ini sendiri, lanjut Ali Fikri, berlangsung di Kantor SPN Polda Lampung. “Diperiksa hari Selasa, 20 Oktober 2020,” ujarnya kepada Fajar Sumatera.

KPK diketahui terbilang telah memakan waktu yang lama untuk menangani perkara ini. Meski begitu, KPK, tegas Ali Fikri terus berupaya agar perkara ini dapat disidangkan di pengadilan. “Saat ini kami sedang berupaya sesegera mungkin agar perkara dapat masuk ke tahap penuntutan,” harapnya.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Endah Kartika Prajawati Sudah Sehat dan Hadir Jadi Saksi Dalam Sidang

KPK menduga Mustafa menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga. Kisaran fee disebut sebesar 10 persen-20 persen dari nilai proyek. KPK menduga, Mustafa telah menerima uang senilai sekitar Rp95 miliar yang diperoleh pada kurun Mei 2017 hingga Februari 2018 dan dipergunakan untuk kepentingannya.

Terkait dugaan penerimaan suap dan gratifikasi tersebut, KPK menyangkakan Mustafa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Kunjungi Kementerian PUPR: Strategi Memperkuat Komitmen Antikorupsi

Reporter: Ricardo Hutabarat

Ralat: KPK menyatakan ada enam orang yang diperiksa. Nama saksi terperiksa lainnya ialah B Sukamto.

KPK Mustafa Nunik

Posting Terkait