KPK Periksa Lima Orang Kontraktor Untuk Lengkapi Berkas Perkara Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa

Apa Kata KPK Soal Pesan Whats App Berantai yang Minta Hakim di Lampung Untuk Tiarap?

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fajar Sumatera – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] kembali melakukan permintaan keterangan kepada sejumlah orang yang tujuannya untuk melengkapi berkas perkara tersangka korupsi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa alias MUS. Pemeriksaan ini diketahui berlangsung di Kantor SPN Polda Lampung, Jumat, 23 Oktober 2020.

Berdasarkan informasi yang disampaikan KPK, mereka yang menjalani pemeriksaan berjumlah lima orang. Berikut nama atau identitas serta status para saksi terperiksa:

Baca Juga:  Ralat Kalimat TPPU Dalam Perkara Korupsi Lampung Utara: Wajar Kata Pengadilan Tinggi Tanjungkarang

1. Ari Kurniawan, seorang wiraswasta.
2. Tri Wahyudi, seorang wiraswasta.
3. Zakaria Ahmad, seorang wiraswasta.
4. Nurrohman, seorang wiraswasta.
5. Usman Gumanti Arief, seorang wiraswasta.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, kedelapan saksi terperiksa diperiksa untuk MUS. Ia menyatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan perkara Tindak Pidana Korupsi [TPK] terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

Baca Juga:  Bank Lampung Evaluasi Implementasi Tapping Box Bersama KPK

KPK menduga Mustafa menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga. Kisaran fee disebut sebesar 10 persen-20 persen dari nilai proyek. KPK menduga, Mustafa telah menerima uang senilai sekitar Rp95 miliar yang diperoleh pada kurun Mei 2017 hingga Februari 2018 dan dipergunakan untuk kepentingannya.

Terkait dugaan penerimaan suap dan gratifikasi tersebut, KPK menyangkakan Mustafa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Baca Juga:  3 Saksi Berhasil Diperiksa Kejati Lampung Untuk Kasus Korupsi Pengadaan Benih Jagung Rp170 M

Reporter: Ricardo Hutabarat

KPK Mustafa Nunik

Posting Terkait