KPK Ungkap Aliran Dana dari Wahyu Lesmono ke Hermansyah Hamidi

Jaksa KPK RI Taufiq Ibnugroho. (Foto Agung Kurniawan)

Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) RI ungkap aliran dana dari mantan anggota DPRD kota Bandar Lampung atas ijon proyek sebesar Rp.2 milyar 150 juta untuk Hermansyah harmidi pada tahun 2017 hingga 2018. Rabu (07/04)

Jaksa Penuntut Umum KPK RI Taufiq Ibnugroho mengatakan, jika pada hari ini ia telah menghadirkan enam saksi atas lanjutan kasus fee proyek di Lampung selatan.

“Pada hari ini kita menghadirkan enam saksi dari unsur swasta, yang mana wahyu Lesmono ini terkait melakukan Setoran fee proyek kepada Hermansyah Hamidi melalui agus BN sebesar Rp. 1.4 milyar di tahun 2017 dan 2018 Rp.750 juta jadi Total nya sebesar Rp. 2 milyar 150 juta, “Kata Taufiq Ibnu usai persidangan.

Baca Juga:  Kasus Suap Zainudin Hasan Dikembangkan KPK, Siapa Saja Pihak yang Dulu Menyuapnya?

Untuk itu, ia juga menerangkan bahwa nusantara adalah pegawai dari PT Prabu Sungai Andalas yang ikut serta melakukan pemberian kepada Syahroni dan Hermansyah atas perintah Gilang Ramadhan selaku Direktur PT tersebut.

“Untuk Nusantara ini terkait proyek yang di kerjakan oleh Gilang selaku pemilik dari PT Prabu Sungai Andalas yang di kerjakan dari tahun 2017 sampai 2018.dimana Gilang juga melakukan setoran fee kepada Bupati melalui Syahroni dan Hermansyah harmidi ,” ungkapnya.

Kemudian, imam sudrajat terkait proyek DAK pada tahun 2017 dan 2018 milik Bobi dan Ahmad Bastian. “Pekerjaan ini juga cukup besar di tahun 2018, karena semua proyek milik pak Bobi sebesar Rp.78 milyar dan di tahun 2017 sebesar Rp. 38 milyar,”ucap dia

Baca Juga:  Siapa yang Bisa Dipercaya antara KPK dan Sekda Lampung Selatan Thamrin: Mungkinkah Surat Panggilan Belum Sampai?

Selanjutnya, untuk saksi eka dan Farhan terkait penyerahan uang Rp. 760 juta kepada
Syahroni.

“Untuk Pak eka dan Farhan terkait dengan dakwaan kita dalam penyerahan uang dari Gilang ke Syahroni senilai Rp.400 juta. Dan untuk Firmansyah terkait dengan pemberian fee sebesar Rp.360 juta,”pungkasnya.

Sebelumnya, Sidang lanjutan mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainuddin Hasan kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang dengan agenda mendengarkan keterangan delapan saksi atas fee proyek PUPR di Lamsel pada waktu lalu.

Baca Juga:  Waduh, Kok Sekda Lampung Selatan Thamrin Mangkir Dari Panggilan KPK?

Saksi diantaranya, Hermansyah harmidi, Syahroni sebagai terdakwa hadir secara daring dalam lapas.

Kemudian, wahyu Lesmono mantan Ketua DPD PAN Kota Bandarlampung, Nusantara, imam sudrajat direktur CV Jaya teknik, farhan wahyudi utama, eka apriyanto supir dari Syahroni dan firmansyah hadir di PN Tanjung karang.

Saat akan di mulai sidang, penasehat hukum Hermansyah menolak adanya saudara eka sebagai saksi, di karenakan beliau supir dari terdakwa Syahroni.

Lalu, Jaksa Penuntut Umum KPK RI Taufiq Ibnugroho mengatakan bahwa saksi tersebut sangat penting untuk di mintai keterangan dalam Sidang lanjutan ini.

Selanjutnya, Majelis hakim menyetujui permintaan dari JPU, bahwa saudara eka tetap ada di ruangan sidang untuk di mintai keterangannya.

Reporter :Agung Kurniawan

Aliran Dana Wahyu Lesmono Hermansyah Hamidi Taufiq Ibnugroho

Posting Terkait