KPU Balam Gelar Diskusi Bersama Mahasiswa

BANDARLAMPUNG, –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung menggelar diskusi dengan elemen mahasiswa dengan tajuk “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Pendidikan Politik di Masyarakat” di kantor KPU Bandar Lampung, Rabu (7/6) sore.

Dengan pemateri dari tiga pimpinan organisasi kemahasiswaan PMII, IMM, dan HMI tingkat Kota Bandar Lampung. PMII diwakili oleh Bendahara Umum Erzal Syahreza Aswir, IMM oleh Ketua Umum Adi Sugianto dan HMI oleh Ketua Umum Yefri Febriansyah.

Dalam diskusi tersebut tiga pemateri perwakilan mahasiswa menyampaikan topik yang berbeda-beda. PMII menyoal pendidikan politik bagi penyandang disabilitas, IMM menyoroti pendidikan politik bagi pemula dan HMI tentang pendidikan politik bagi kaum marginal.

Ketua panitia Zainudin menjelaskan kondisi mahasiswa saat ini berbeda dengan masa lampau. Zainudin yang juga sekretaris KPU Bandar Lampung menegaskan rezim orde lama menggunakan asas tunggal Pancasila. “Nggak bisa leluasa, sekarang mahasiswa bebas berekspresi seperti saat ini,” ujarnya, Rabu (7/6)

Sementara ketua KPU Bandar Lampung Fauzi Heri menjelaskan stigma masyarakat terhadap KPU terbantahkan. Pasalnya masyarakat menganggap KPU hanya bekerja menjelang pemilu. Namun KPU Bandar Lampung bisa membuat terobosan-terobosan baru yang membuktikan bahwa KPU selalu bekerja.

KPU Bandar Lampung merupakan daerah pertama pusat pendidikan pemilu yang diberi nama Rumah Demokrasi. Rumah demokrasi bertujuan mencerdaskan pemilih. Hal ini sesuai arahan KPU RI tentang pembuatan program rumah pintar. “Rumah Demokrasi itu solusinya,” tegas dia.

Ia menambahkan KPU RI memiliki lima segmen pemilih. Ada pemilih pemula, perempuan, tokoh masyarakat, disabilitas, dan kaum marginal.

Fauzi menerangkan KPU Bandar Lampung tidak puas dengan lima segmen tersebut. KPU Bandar Lampung menambah segmen pada pra-pemilih. Hal ini sesuai dengan hasil kunjungan KPU Bandar Lampung ke KPU Australia. “Agar sebelum masuk usia pemilih, sudah tahu.”

Saat ini, KPU Bandar Lampung mulai mendidik anak dari mulai tingkatan SD untuk faham pentingnya pemilu. Metode yang digunakan seperti simulasi, menonton film, jumpa parlemen. “Agar sedini mungkin sudah tahu output dari pemilu,” ujar Fauzi. (TM)

KPU Kota Bandarlampung

Posting Terkait