KPU Lampung Tak Libatkan Esti Dalam Penentuan Tim Panel

Esti Nur Fathonah | Foto: Josua/Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah mengajukan surat keberatan atas putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI yang memberhentikan tetap dirinya sebagai Anggota KPU Lampung.

“Sudah saya kirimkan soft filenya via email ke DKPP, dan hari ini saya kirimkan berkasnya lewat pos,” kata Esti kepada fajarsumatera.co.id ketika dijumpai di kediamannya Sidomulyo, Lampung Selatan, Jumat (14/2).

Dalam sidang putusan DKPP, Rabu (12/2) lalu, Esti Nur Fathonah dinyatakan terbukti melanggar prinsip mandiri, jujur dan profesional sebagaimana diatur dalam Pasal 8 huruf b juncto Pasal 9 huruf a juncto Pasal 15 Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Esti selaku Anggota KPU Provinsi Lampung melanggar prinsip mandiri karena bertemu Gentur Sumedi suami dari Viza Yulisanti Putri (calon komisioner KPU Tulang Bawang) dan Lilis Pujiati (calon komisioner KPU Pesawaran) di kamar Esti yaitu kamar 7010 Swisbell Hotel pada tanggal 3 November 2019.

Pertemuan tersebut dilakukan pada saat Esti melaksanakan tugas uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, 1-3 November 2019.

Baca Juga:  KPU Lamtim Dianggap Abaikan Bawaslu

Sidang putusan DKPP yang dipimpin Ketua Majelis Prof Muhammad dengan Dr Ida Budhiati, Prof Teguh Prasetyo, dan Dr Alfitra Salamm sebagai anggota mengatakan Esti seharusnya tidak melakukan pertemuan dengan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pelaksanaan tugas dan wewenang Esti dalam uji kelayakan dan kepatutan KPU Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Untuk menghindari konflik kepentingan dan pengaruh buruk terhadap pelaksanaan tugas seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota, sepatutnya Esti menolak untuk melaksanakan fit and proper test pada Wilayah I yang meliputi Kabupaten Pesawaran karena mempunyai hubungan pertemanan dengan Lilis Pujiati sebagai Calon Anggota KPU Kabupaten Pesawaran.

Menurut keterangan pihak terkait, KPU Lampung, dalam salinan putusan DKPP RI Nomor 329-PKE-DKPP/XII/2019 menyatakan Proses rekrutmen KPU Kabupaten/Kota melalui Surat KPU Nomor 1319 tanggal 28 Oktober 2019 untuk melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan pada tanggal 1-3 November 2019.

KPU RI menetapkan 3 Zona atau Wilayah.

Baca Juga:  DKPP Berhentikan Esti Nur Fathonah

“KPU RI sudah membagi 15 kabupaten/kota ke dalam 3 wilayah. Bukan kami yang menentukan Zona 1,2,3 itu wilayah mana saja. Kami sudah terima matang dari KPU RI,” ujar Esti.

KPU RI menetapkan Zona 1 : Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus.

Kemudian Zona 2 : Pesisir Barat, Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji.

Selanjutnya Zona 3 : Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan.

Menindaklanjuti hal tersebut, KPU Lampung mengadakan Rapat Pleno tanggal 31 Oktober 2019 untuk menentukan Tim Panel di 3 Zona.

Pembagian Tim Panel dilakukan melalui undian.

“Tetapi saya tidak menyaksikan pengundian karena pada saat yang sama, saat pleno berlangsung, saya dan pak Ismanto sedang bersama pimpinan KPU RI, Evi Novida Ginting Manik pergi ke Pahawang,” ujar Esti.

Rapat Pleno KPU Lampung menetapkan Panel 1 :  Esti Nur Fathonah & M Tio Aliansyah, Panel 2 : Ali Sidik & Antonius, Panel 3 : Agus Riyanto & Ismanto.

“Saya dan Ismanto tidak mengikuti jalannya pleno. Saya hanya menerima pesan dari grup WhatsApp bahwa ini sudah sidang pleno dan diputuskan siapa saja komisioner yang membawahi tiga zona tadi,” katanya.

Baca Juga:  Aparat Gabungan Kawal Pendistribusian Hasil Pleno ke KPU Provinsi

Esti mengaku tidak bisa menolak hasil pleno yang menempatkan dirinya di Panel 1, hanya karena pertemanannya dengan Lilis Pujiati (calon komisioner KPU Pesawaran).

“Putusan rapat pleno merupakan keputusan tertinggi di setiap rapat penyelenggara dan harus dilaksanakan. Kalau misalnya harus dirubah, maka harus pleno lagi kan,” ujarnya.

Mantan Panwascam Sidomulyo ini aktif mengikuti seleksi penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu, dan menurut Esti sebagian dari para peserta yang ikut tes merupakan teman-temannya sebelum dirinya menjadi komisioner KPU Lampung.

“Dari DKPP kemarin disebutkan bahwa saya berteman dengan Lilis Pujiati. Kenapa saya tidak menolak pada waktu saya ditugaskan untuk mewawancarai dia (Lilis Pujiati_red). Kalau dikaitkan dengan hal itu, saya banyak kenal dengan semua peserta,” katanya.

“Dalam prosesnya, kami hanya menerima delegasi wewenang oleh KPU RI kepada kami untuk mengetes, memberikan penilaian, dan rekomendasi terhadap calon komisioner di KPU Kabupaten/Kota,” tutupnya. (JO)

DKPP Esti Nur Fathonah KPU Lampung Tim Panel KPU Lampung

Posting Terkait