KPU Pesawaran Sahkan Paslon Dermawan dan Bersinar

Pesawaran (FS)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran menetapkan pasangan Dendi Ramadhona-Marzuki dan Nasir-Naldi Rinara sebagai calon bupati dan wakil bupati Pesawaran pada Pilkada 2020.

Penetapan tersebut dilaksanakan setelah rapat pleno tertutup yang digelar oleh KPU, pada hari Rabu 23-09-2020.

Komisioner KPU Bidang Data dan Informasi (Dain) Pesawaran, Dody Aprianto menyampaikan, kedua bapaslon telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk dapat diterima secara resmi dalam pendaftaran yang di selenggarakan KPU Pesawsran, dan akan mengikuti Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Hari ini, sesuai Nomor.138/HK.03.1-KPl/1/809/KPU-Kab/IX/2020 tentang penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pesawaran 2020, resmi sudah penetapan paslon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 2020 di Kantor KPU Pesawaran,”kata mantan komisioner KPU Provinsi Lampung ini, Rabu (23/9/2020).

Menurut Dody, kedua paslon Dendi dan M.Nasir resmi ditetapkan sebagai paslon peserta Pilkada Pesawaran 2020 setelah keduanya memenuhi persyaratan administrasi pendaftaran secara lengkap dan sah.

“Kami dalam rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati Pesawaran 2020 ini, diadakan secara tertutup di Kantor KPU Kabupaten Pesawaran,”ungkapnya.

Dikatakan Dody, untuk tahapan selanjutnya akan di lalui oleh masing-masing paslon adalah pengundian nomor urut.

“Besok baru pengundian nomor urut ya, kita lakukan pagi hari,” ujarnya.

Selain itu Dodi juga mengungkapkan, bagi pasangan calon yang saat ini masih berstatus sebagai pejabat publik, harus segera mengurus surat pengunduran dirinya.

Dikatakan dia, proses surat pengunduran diri tersebut, selambat-lambatnya harus sudah diberikan kepada KPU lima hari setelah penetapan calon tersebut.

“Ya lima hari setelah penetapan calon, calon yang saat ini masih berstatus pejabat publik harus menyertakan surat proses pengunduran dirinya, sesuai dengan PKPU,”ungkapnya.

Sekedar di ketahui, KPU Pesawaran pada rapat pleno penetapan calon sengaja tidak mengundang kedua pasang calon Bupati dan Wakil Bupati serta tim pemenangan. Yang hanya diundang hanya LO dari kedua paslon. Hal ini, sesuai ketentuan KPU RI untuk penjaga protokol kesehatan. Mekanisme penetapan calon hanya dihadiri jajaran struktural internal KPU.(zainal)

Posting Terkait