Kuasa Hukum Terdakwa DAK Tuba Tuding Lima Saksi Berbohong

Bandar Lampung – Kuasa hukum Al Hajar dari terdakwa Guntur Abdul Nasser mengklaim jika lima saksi konfontir yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Tanjungkarang banyak berbohong, agar tidak terlibat menjadi tersangka dalam perkara Dana Alokasi khusus (DAK) tahun 2019 di Disdikbud Tulangbawang.

Lima saksi itu diantaranya, Revi selaku Sekretaris dari terdakwa Nasaruddin, Wibowo suami dari Revi (Seorang Satpol PP), Alyus Kepala sekolah SDN2 Bratesena, Hendri dan Helmi selaku staf Sarana dan prasarana.

Alhajar mengatakan, jika lima saksi konfontir itu berbohong meski telah di sumpah di hadapan majelis hakim, dengan alasan tidak mengakui sejumlah uang yang di terima dari pungutan DAK 2019 dan serba membalikkan fakta apa yang telah terjadi.

“Saksi lima ini, bisa saya katakan berbohong, karena, Revi manggaku menyerahkan uang Rp.9.014 Milyar di rumah dinas pada bulan februari 2020, sedangkan di saat itu terdakwa Nasaruddin sedang menjalani perobatan jantung di luar kota, maka tadi saat di persidangan saya meminta kepada Majelis untuk Revi di jadikan tersangka bukan saksi dalam perkara ini, “kata Alhajar kepada fajarsumatera.co.id. Sabtu (24/07)

Kemudian, saksi Wibowo saat di persidangan juga menerangkan jika dirinya mengetahui bungkusan plastik yang diserahkan ke terdakwa Guntur adalah uang Rp. 100 juta berdasarkan keterangan istrinya kepadanya.

Namun, hal itu dibantah oleh alhajar, apakah anda melihat dan menghitung uang tersebut. “tidak, tapi bisa saya pastikan itu uang karena istri saya yang memberitahukan kepada saya ada uang Rp.100 juta di rumah milik Pak Guntur,” kata Wibowo kepada Alhajar.

Selain itu, saksi Alyus Kepala sekolah SDN2 Bratesena , Hendri dan Helmi yang diduga ikut dalam pungutan DAK 2019, terkesan berbohong saat dihadirkan di PN Tanjung karang.

“Lima saksi ini kan ingin menyelamatkan diri dari jeratan hukum, dan saat hadir mereka juga di kawal oleh LPSK, sedangkan sidang sebelumnya juga tidak ada pengawalan seperti itu, ini terlihat seakan mereka ingin memojokan kepada dua terdakwa bahwa uang itu berada di Nasarudin dan Guntur, “Pungkasnya

Posting Terkait