Kuasa Hukum Terpidana Penggelapan Ajukan PK

Tinus | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Usai ditangkap Tim Gabungan Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, pada Rabu (12/11) kemarin. A. Rahman, selaku penasihat hukum dari terpidana penggelapan Rukis Pribadi, mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Menurut Rahman, ada kekeliruan dalam masalah ini. Pasalnya, berdasarkan vonis Majelis Hakim Rukis Pribadi, menang dan divonis bebas. Namun saat ini justru ditahan di Lapas Rajabasa, Bandarlampung.

“Kasus penipuan yang dituduhkan kepada klien kami setelah divonis bebas dalam kasus perdata. Sedangkan kasus perdata tidak bisa ditahan atau penjara,” tegas Rahman, kemarin.

Baca Juga:  Sopir Batubara Ilegal Jalani Sidang Perdana

Selain itu, berdasarkan keterangan dari kliennya (Rukis Pribadi), ia tidak pernah menerima surat  panggilan atau sebagai DPO atau buronan dan belum terima keputusan tetap dari Mahkamah Agung.

“Dengan bukti yang kita miliki, kami percaya dan optimis, PK diterima dan klien kami bisa bebas,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan pengintaian dengan waktu cukup lama, Rukis Pribadi, akhirnya berhasil diamankan oleh Tim Gabungan Tangkap Buron Kejaksaan Agung RI dan Lampung.

Baca Juga:  Perempuan Pirang Dituntut 20 Tahun Penjara

Penangkapan itu sendiri dilakukan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

“Salah satu buronan Kejari Bandarlampung ini, berhasil ditangkap pada Rabu (12/11) kemarin. Saat sang buron akan melakukan keberangkatannya ke suatu tempat untuk berlibur,” kata Kasi Intelejen Kejari Bandarlampung,” Idwin Saputra, Jumat (15/11).

Terpidana sendiri pada tahun 2014 lalu, sebenarnya telah divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandarlampung.

Namun, jaksa penuntut umum melakukan kasasi ke Mahkamah Agung atas vonis yang dijatuhkan, sehingga oleh Mahkamah Agung, kasasi dari jaksa dikabulkan dan menjatuhkan vonis penjara kepada Rukis Pribadi dengan pidana penjara selama 10 bulan.

Baca Juga:  Pria Renta Cabuli 14 Anak

Namun, saat akan dieksekusi, sang terpidana tak berada ditempat tinggalnya di Perumahan Korpri Blok C-9, Sukarame, Bandarlampung, hingga pada surat panggilannya yang ke-3 terpidana malah diketahui telah melarikan diri ke Pulau Jawa.

Sesaat telah tertangkap, terpidana perkara penggelapan yang merugikan korbannya hingga Rp900 juta lebih tersebut, langsung dijebloskan ke dalam penjara oleh pihak kejaksaan, untuk menjalani masa hukumannya.(TN)

Peninjauan Kembali PN Tanjung Karang Rukis Pribadi

Posting Terkait