Laduk Sita Perhatian Warga Tubaba

Rusli | Fajar Sumatera

PANARAGAN – Beragam macam kerajinan asli asal suku Baduy seperti kain tenun, tas rajutan, pakaian asli baik itu untuk kaum laki-laki maupun perempuan dan kerajinan tangan lainnya di pasarkan kepada pengunjung yang ada di Uluan Nughik, dalam kegiatan berskala Internasional yang bertajuk Sharing Time Megalithic Milennium Art 2020,  Rabu (22/1).

Yang paling menarik dan menyita perhatian para pengunjung adalah, kerajinan tangan buatan suku Baduy yaitu senjata asli suku Lampung atau yang sering disebut ‘laduk’, senjata berukuran panjang yang dahulunya dipergunakan untuk berburu dan membersihkan kebun tersebut adalah senjata masyarakat asli suku Lampung khususnya masyarakat Tulangbawang Barat.

Afiza, salah satu pembeli asal Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, mengaku sangat antusias melihat kerajinan asli suku Baduy terlebih senjata laduk asli :ampung buatan suku Baduy.

“Unik dan menarik, ada kesamaan antara suku baduy dan Lampung,” ungkap Afiza.

Sementara itu, Nasir, pedagang asal Baduy, menjelaskan, kerajinan yang dijualnya mempunya tarif yang beragam.

“Untuk harga yang dari RP25 ribu hingga jutaan rupiah,” kata Nasir.

Diketahui, kegiatan yang mengusung nilai-nilai budaya ini bertujuan untuk menuju kota budaya yang berbasis teknologi, dan dikalim sebagai kegiatan yang berskala internasional.

Pasalanya ada puluhan seniman dan budayawan dari 11 negara yang ikut memeriahkan kegiatan tesebut, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Rusia, Kanada, Malaysia, Norwegia, Jerman dan budayawaan asal daerah yang ada di Indonesia.(RUS)

 

Baduy Laduk Sharing Time Megalithic Milennium Art 2020

Posting Terkait