Lahan Tanam Makin Tergerus Makin Tergerus

Ilustrasi Lahan Tanam. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bandarlampung memprediksi di tahun 2017 sektor sayuran di Kota Tapis Berseri terancam menurun. Hal ini disebabkan adanya dugaan pemangkasan atau alih fungsi lahan tanam sayuran.

“Tadinya lahan sayuran, menjadi perumahan atau rumah perorangan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Agustini, Jumat (5/5).

Meurut dia, pada tahun 2016, sektor sayuran di Kota Bandarlampung menempati porsi lebih besar dari sektor tanaman padi. Meski padi tidak menjadi sektor terbesar di Bandarlampung, tetapi target produksi padi tercapai untuk menyokong swasembada pangan di Lampung.

Untuk itu, pada tahun ini Dinas Pertanian dan Peternakan Bandarlampung memprioritaskan penamban lahan baik untuk tanaman sayuran maupun padi.

Pihaknya juga telah mendata jumlah kelompok petani dan peternak di Bandarlampung guna diadakan penyuluhan setiap bulannya. Upaya lainnya berupa pendampingan, arahan dan memberikan bantuan kepada petani, berupa pupuk serta bibit sayuran.

“Kami setiap sebulan sekali mengadakan pertemuan dengan 134 kelompok di sektor pertanian dan peternakan di Bandarlampung agar dapat megetahui keluh kesah mereka. Apakah lahan mereka sedang dilanda hama dan sebagainya agar bisa memberikan jalan keluar, melalui bantuan berupa pupuk, bibit dan pembasmi hama,” ujar Agustini.

Untuk menekan angka gagal panen akibat kekeringan dan kenaikan angka sayuran, Dinas Pertanian dan Peternakan telah membuat 19 sumur bor, seperti di Sukarame, RajaBasa, Tanjung Seneng, Sukabumi dan Kemiling.(JI)

Posting Terkait