Lampung Kirim 292 Pramuka Ke Pertikawan 2019

Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 292 Pramuka dilepas Ketua Kwarda Lampung kak Idrus Effendi pada Sabtu sore (16/11) di halaman Kwarda Lampung jln, Pramuka Rajabasa Bandar Lampung untuk mengikuti Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Tingkat Nasional Tahun 2019 yang berlangsung pada 18 s.d. 25 November 2019 bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam amanatnya, Kak Idrus berpesan agar Kontingen Daerah Lampung dapat membawa nama baik Lampung serta memberikan hasil yang terbaik untuk Lampung.

Terpisah, DKD Lampung Agus Hermawan merinci kekuatan kontingen Lampung pada kegiatan Pertikawan 2019 yakni peserta Saka Kalpataru 117 orang, peserta Saka Wanabakti 136 orang, unsur Cabang 33 orang dan unsur Kwarda 6 orang.

“Keseluruhan 292 orang” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menyebutkan asal peserta perkwartir cabang yakni 31 Lampung Selatan, 32 Bandar Lampung, 37 Lampung Tengah, 31 Pesawaran, 3 Pringsewu, 16 Tulangbawang, 35 Lampung Timur, 2 Tanggamus, 17 Mesuji, 24 Lampung Utara, 16 Lampung Barat, dan 17 dari Kota Metro.

Baca Juga:  Gerindra Cocok dengan Agung

“Way Kanan, Tulangbawang Barat, dan Pesisir Barat tidak mengirimkan peserta” ungkapnya.

Agus menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan selama Pertikawan 2019 berlangsung yakni kategori Kegiatan Umum diantaranya Keagamaan, Apel, Olahraga, Pameran, Anjangsana, dan Korve. Kemudian kategori Kegiatan Khusus, yakni Malam Selamat Datang, Pembukaan dan Penutupan Kegiatan, Adat Bhinneka Tunggal Ika, Malam Bhinneka Tunggal Ika, Karnaval di CFD Sudirman “JAKARTA PERTIKAWAN Festival”, Lokakarya, NGOPPI (Ngobrol Penegak dan Pandega Indonesia), Inisiasi KAWAN BUMI (Indonesian Scout Platform on Youth Initiatives for Sustainable Indonesia), Festival Kuliner, dan Color Dancemob.

Selanjutnya kategori Kegiatan Prestasi Kontingen Kwartir Daerah berupa Giri Wana Rally, Putra Putri Pertikawan, Green Campaign | Busana Limbah, Green Campaign | Poster, Pertikawan Got Talent, Karya Ilmiah Inovasi, Senam Gerakan Nasional PDAS-KLHK. Kemudian kategori Kompetisi Millenial berupa Online Green Campaign Competition ( Vlog, Foto, Artikel, Cerpen, Design Info Grafis, Video Storytelling), Bussines Plan Startup Ecopreneurship, Vlog Perjalanan, Perkemahan Ramah Lingkungan, dan E-Sport

Baca Juga:  Evaluasi Tentukan Langkah Pembangunan

Kegiatan pokok Pertikawan berupa kegiatan Bakti berupa pembuatan Instalasi Pengelolaan Sampah Buperta Cibubur, Sosialisasi Sekolah Adiwiyata, Merintis Kampung Iklim, Pemberian Tong Sampah Pilah ke 9 Kabupaten & Kota, Tabur Benih Ikan, Membuat Green Campaign | Poster Tong Sampah, Lubang Resapan Biopori, Penamaan Pohon di Area DAS, Penanaman Mangrove, Fun Scavenging (memunguti sampah sepanjang perjalanan), Bersih Sampah Laut, Bersih Gunung, Bersih Sampah Sungai.

“Kegiatan lainnya berupa Kegiatan Wawasan dan Keterampilan, Kegiatan Wisata Rekreasi & Edukasi, dan masih banyak lagi tidak dapat disebutkan” pungkasnya.

Dengan mengusung tema “Lestarikan Bumi, Sejahterakan Masyarakat” diharapkan para peserta Pertikawan dapat : 1). Meningkat pengetahuan dan pemahamannya di bidang isu-isu generasi milenial, pendidikan kepramukaan dan juga isu-isu global maupun lokal tentang lingkungan dan kehutanan; 2). Berkembang sikap dan karakter positif, empati serta apresiasinya terhadap masalah dan jalan keluar penanganan isu-isu generasi milenial, pendidikan kepramukaan dan juga isu-isu global maupun lokal tentang lingkungan dan kehutanan; 3). Berkembang kemampuan dan keterampilannya didalam menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, prodg:ktif dan solutif bagi penanganan isu-isu generasi milenial, pendidikan kepramukaan dan juga isu-isu global maupun lokal tentang lingkungan dan kehutanan.

Baca Juga:  Kasus Setnov Pengaruhi Pemilih

Beberapa isu strategis yang diangkat dalam kegiatan Pertikawan 2019 diantaranya isu tantangan terkini pendidikan kepramukaan penegak pandega, seperti kemandirian, job creation, enterpreneurship, penguasaan kompetensi berbasis kecakapan hidup, dsb. Kemudian isu-isu generasi milenial berupa digital era, digital disruption, creative, connected, collaboration dan social media. Selanjutnya, isu-isu generasi milenial dan lingkungan berupa green generation, green lifestyle, eco friendly suistainability dan social responsibility. Dan terpenting lagi isu-isu mengenai lingkungan dan kehutanan di Indonesia: pengelolaan daerah aliran sungai, perhutanan sosial, bank sampah, 3R, B3, deforesfry, konservasi flora dan fauna, perubahan Iklim, perilaku konsumen bertanggung jawab, community development based. (*)

Lampung Pertikawan 2019 Pramuka

Posting Terkait