Lampung Krakatau Festival 2017 Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara

BANDARLAMPUNG – Perhelatan akbar Lampung Festival Krakatau (LKF) ke-27, yang mengusung tema The Glory Of Lampung Crown (Kemuliaan Mahkota Lampung), pada 25-27 Agustus 2017 mendatang. Diharapkan bisa menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, diwakili Kepala Dinas Pariwisata Budiharto, menjelaskan, LKF ini akan dilangsungkan di beberapa tempat, yakni di Lapangan Saburai, Bandarlampung, dan Anak Gunung Krakatau, Lampung Selatan.

“Festival tahun ini dilaksanakan lebih fokus dan tertata. Kegiatan ini juga akan dikemas menarik dengan Karnaval Budaya Lampung Tapis Carnaval berbentuk arak-arakan, yang bersifat apresiatif, atraktif, demonstratif, kompetitif, dan spektakuler,” kata Budiharto, saat menggelar konpresi pers persiapan LKF, di Aula Dinas Pariwisata Lampung, Jumat (4/8).

Salah satu rangkaian acara LKF, yaitu Lampung Tapis Carnaval. Acara ini berbentuk arak-arakan yang bersifat apresiatif, atraktif, demonstratif, kompetitif, dan spektakuler. “Nanti, ada parade busana kreasi kontemporer dan bernuansa kain tapis Lampung,” tukasnya.

Selain itu, pelaksanaan Lampung Tapis Carnaval akan berbeda. Barisan peserta diikuti oleh marcing band serta gajah dari Taman Nasional Way Kambas. “Tahun lalu, temanya Tuping sehingga konsepnya para peserta menggunakan topeng. Tahun ini, tidak lagi pakai konsep itu,” ujarnya.

Adapun rute parade mulai dari Lapangan Saburai ke Jalan Ahmad Yani-Jalan Kartini-Jalan S Parman-Raden Intan- kembali ke Lapangan Saburai. “Rutenya kira-kira sepanjang 2,8 kilometer,” kata dia.

Selain Lampung Tapis Carnaval, rangkaian acara lainnya, yakni tur ke Gunung Anak Krakatau (GAK), band competition, Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional atau Krakatau Award, dan area permainan tradisional Lampung untuk anak-anak. Kemudian, kuliner Lampung tradisi dan kontemporer,  pameran foto Lampung dahulu dan kini, serta gitar klasik Lampung dan tari kontemporer. “Tur Krakatau berfokus di Dermaga Bom, Kalianda; Pulau Sebesi dan GAK. Lokasi kegiatan lainnya terfokus di Lapangan Saburai, Bandar Lampung,” ucap Budiharto.

Nantinya, tambah dia, kegiatan yang dikelola Event Organizer Diandra itu dimeriahkan penampilan band-band lokal Lampung, kolaborasi hiphop dan beatbox ala Lampung, demo masakan tradisional oleh Cher ala Lampung, serta bintang tamu Five Minutes Band. “Kami sengaja undang Five Minutes untuk lebih menarik minat masyarakat agar datang dan bertahan di lokasi acara. Namun demikian, kami tetap lebih menonjolkan penampilan-penampilan yang bernuansa budaya Lampung,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Adeham, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini harus jangan hanya kegiatan seremonial semata.

“Bagaiamana upaya usaha agar masyarakat Lampung yang jumlahnya 9,5 juta jiwa dari kota sampai plosok dapat memahami menikmati Lampung Krakatau Festival ini, ikut berperan didalamnya, minimal senang dan memberi dorongan pemda untuk terus berkiprah melaksanakan festival ini ditahun tahun mendatang,” singkat Adeham.

Untuk diketahui, Pemprov Lampung mempercayakan kegiatan ini dipegang Event Organizer, Dyandra. Berdasarkan paparan tim EO Dyandra, ada 3 kegiatan Festival Krakatau, pertama yakni Pesona Kemilau Sang Bumi Ruwa Jurai di Lapangan Saburai, Bandar Lampung 25–27 Agustus. Kedua, Tour Krakatau dari Kalianda, Pulau Sebesi, dan Gunung Anak Krakatau 25–27 Agustus. Ketiga Lampung Kultur dan Tapis Karnaval di Tugu Gajah, Bandar Lampung, pada 26 Agustus. (ZN)

Lampung Krakatau Festival 2017

Posting Terkait