Lampung Perlu Pasar Ekspor Baru

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Lampung, Bambang Widjonarko menyatakan, Pemerintah Provinsi Lampung mesti melakukan pengembangan pasar ekspor berbagai komoditi ke negara tujuan baru. Ini perlu dilakukan agar tingkat ekspor Lampung terus terjaga dan terus mengalami peningkatan.

“Pemprov Lampung harus mencari upaya yang bisa dilakukan agar ekspor Lampung tetap tinggi. Diantaranya dengan mencari pasar-pasar baru sebagai alternatif jika negara yang biasa jadi tujuan ekspor mengalami penurunan permintaan,” ujarnya saat ekspose di kantor BPS Lampung, Senin (17/7).

Bambang merujuk pada data ekspor Lampung yang naik turun karena faktor global dimana negara tujuan ekspor kerap melakukan pengurangan permintaan. Ini bisa disebabkan karena kebutuhan internal negara maupun suplai barang yang melimpah dari negara lain dengan kualitas dan harga yang bersaing.

“Walau bagaimanapun kondisi ekspor Lampung tetap tergantung pada permintaan dari luar, kondisi pasar dunia. Sehingga, ketika perekonomian global lemah, maka akan sangat memengaruhi ekspor Lampung,” kata dia.

Data ekspor BPS terbaru menunjukkan, pada Juni 2017 nilai total ekspor Provinsi Lampung mengalami penurunan sekitar USD35,43 juta atau 11,78%. Dari USD300,85 juta pada Mei 2017 menjadi USD265,42 juta. Namun jika dibandingkan Juni 2016, ekspor Juni tahun ini mengalami kenaikan sebesar USD42,65 juta, atau naik 19,14%.

Kenaikan ekspor Juni 2017 terhadap Mei 2017 hanya terjadi pada dua golongan barang utama yaitu kopi, teh, rempah-rempah naik sebesar 12,10 persen; serta lemak dan minyak hewan nabati naik sebesar 1,83 persen.

Sedangkan tiga golongan barang utama mengalami penurunan yaitu karet dan barang dari karet turun 41,02 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran turun 31,27 persen, dan bubur kayu/pulp turun sebesar 29,42 persen.

Lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada bulan Juni 2017 yaitu lemak & minyak hewan/nabati, kopi, teh & rempah-rempah, olahan dari buah-buahan/sayuran, bubur kayu/pulp, serta karet dan barang dari karet.

Kontribusi lima golongan barang utama terhadap total nilai ekspor bulan Juni 2017 Provinsi Lampung berturut-turut adalah yaitu lemak & minyak hewan/nabati, kopi, teh & rempah-rempah, olahan dari buah-buahan/sayuran, bubur kayu/pulp, serta karet dan barang dari karet.

Nilai kontribusinya masing-masing yaitu 41,75 persen; 26,39 persen; 5,46 persen; 4,39 persen dan 3,75 persen. Peranan kelima golongan tersebut mencapai 81,74 persen.

Saat ini negara utama tujuan ekspor Lampung pada Juni 2017, yaitu Amerika Serikat yang mencapai USD37,17 juta; India USD32,70juta; dan Italia USD23.44 juta.

Disusul Belanda dan Tiongkok masing-masing dengan nilai ekspor sebesar USD22,32 juta dan USD14,80 juta. Peranan kelimanya mencapai 49,14%.(IH)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan