Lampung Posisi Ke 4 soal Rumah Tangga Kumuh

Presentasi Rumah Tangga Kumuh

BANDARLAMPUNG – BADAN Pusat Statistik pada 2018 menempatkan Provinsi Lampung di posisi ke-4 sebagai provinsi dengan rumah tangga kumuh paling sedikit setelah DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali.

Menurut definisi BPS, rumah tangga kumuh adalah yang tidak memiliki akses terhadap sumber air minum dan sanitasi yang layak.

Kemudian luas lantai per kapita kurang dari 7,2 meter persegi. Selain itu kondisi atap, lantai, dan diding juga tidak memenuhi standar layak.

Baca Juga:  Perkara Bantuan Poktan dilaporkan KPK, DPTPH Provinsi Belum Mengetahui

Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menggalakkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di 2633 desa. Program tersebut telah berjalan di 1.895 desa atau 71,70 persen.

Dan sebanyak 937 desa dinyatakan bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang tersebar di Kabupaten Pringsewu, Way Kanan, dan Kota Metro. Bahkan pada akhir 2019 lalu Kabupaten Lampung Selatan menyusul ketiga wilayah tersebut.

Baca Juga:  JAPRI Ajak Pemuda Dukung Pembangunan Lampung

Untuk akses sanitasi layak mengalami peningkatan sebesar 3 persen, dari sebelumnya 84 persen menjadi 87,18 persen.

Secara nasional, persentase rumah tangga kumuh Indonesia sebesar 5,3 persen. Angka tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 5,3 persen. Persebaran rumah tangga kumuh di perdesaan lebih tinggi sebesar 6,7 persen daripada perkotaan sebesar 4,1 persen.

Baca Juga:  Arinal Ujug-ujug Maju

Namun , persentase rumah tangga kumuh di kota naik dari 4,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Papua menjadi provinsi yang persentase rumah tangga kumuhnya paling tinggi di Indonesia.

Data BPS menunjukkan persentasenya mencapai 40 persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,3 persen pada 2018.

Setelah Papua, Nusa Tenggara Timur juga tinggi persentase rumah tangga kumuh mencapai 20,7 persen. (Josua)

Lampung Rumah Tangga Kumuh

Posting Terkait