Lanjut!!!! Kejati Lampung Periksa Penerima Benih Jagung

Kejati Lampung terus memproses perkara benih jagung dengan melakukan pemeriksaan kepada penerima benih jagung. (Foto Agung Kurniawan)

Bandar Lampung – Meski sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengadaan benih jagung pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI,Saat ini Kejati telah melakukan pemeriksaan kepada penerima bibit tersebut dan di temukan bibit dalam keadaan tidak layak di gunakan. Selasa (07/04)

Kepala seksi Penerangan Hukum (KASIPENKUM) Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Andrew Setiawan menerangkan, jika saat ini pihaknya telah melakukan pendalaman dalam penyaluran bibit jagung, di salah satu kabupaten yang berada di Lampung.

“Giat hari ini melakukan pemeriksaan lapangan kepada penerima bantuan benih jagung varietas balitbang di kabupaten lampung timur,”Kata andre melalui pesan singkat.

Baca Juga:  Besok, Ketua KPK Firli Bahuri Kunjungi Polda & Kejati Lampung

Ia menjelaskan, Pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk memastikan penyaluran bibit benih memang benar – benar sampai kepada petani.

“Tujuan dilakukan kegiatan adalah untuk memastikan benih sampai kepenerima,” urainya

Selain itu, setelah di lakukan pemeriksaan kepada penerima, di temukan bibit tidak layak di gunakan.

“Dari giat yg dilaksanakan tim penyidik menemukan bahwa benih bantuan yg diterima tidak bermanfaat, karena tidak menumbuhkan jenis jagung yg diharapkan, “pungkasnya

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, telah menetapkan tersangka dalam kegiatan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bantuan benih jagung pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017.

Baca Juga:  Jadwal Sidang Kasus Mantan Ketua AKLI Lampung Samsul Arifin Dirubah

Kasus ini sendiri bermula dari adanya program pemerintah untuk mewujudkan swasembada jagung di Indonesia. Sehingga di tahun 2017 Kementerian Pertanian dan untuk itu pemerintah kabupaten dan kota mengajukan proposal kepada Kementerian Pertanian secara elektronik (E- Proposal).

Dari pengajuan tersebut kemudian Provinsi Lampung mendapatkan alokasi anggaran berkisar Rp140 miliar, dan berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI, mensyaratkan agar uang tersebut dipergunakan atau dibelanjakan untuk benih varietas hibrida (pabrikan) sebanyak 60 persen dari nilai anggaran dan benih varietas hibrida balitbangtan sebanyak 40 persen dari nilai anggaran tersebut.

Atas pelaksanaan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan diatas, kemudian PPK melaksanakan penandatanganan kontrak sebanyak 12 kontrak dalam lima tahapan kegiatan dengan jenis benih varietas yang diadakan sebanyak sembilan jenis benih varietas hibrida dan salah satu varietas yang diadakan adalah jenis benih varietas balitbang dengan merek BIMA 20 URI.

Baca Juga:  Kejati Lampung Tidak Transparan Usut Kasus Arinal Djunaidi

Dalam penunjukan penyedia varietas benih jagung balitbangtan, PPK kemudian menunjuk PT DAPI yang mengaku sebagai distributor yang ditunjuk oleh PT ESA untuk Provinsi Lampung dengan pelaksanaan kontrak sebanyak dua kali dengan nilai kontrak sebesar lebih kurang Rp15 miliar, yang dialokasikan untuk lebih kurang 26.000 hektare lahan tanam.

Dengan jumlah benih sebanyak 400 kilogram, yang tersebar di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan dan Lampung Utara.

Reporter :Agung Kurniawan

Edi Yanto Kejati Lampung Korupsi Benih Jagung penerima bantuan jagung

Posting Terkait