Laskar Aswaja Benteng Radikalisme

Laskar Aswaja Tubaba Benteng Radikalisme

Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARAT – LASKAR Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) yang menjadi jaringan pemuda-pemudi Aswaja Nahdlatul Ulama dibentuk untuk mencegah terorisme.

Untuk melawan gerakan terorisme harus diwujudkan dengan membentuk gerakan tandingan dengan menanamkan nilai-nilai ke-Islaman yang benar.

Demikian diungkapkan Ketua DPC Laskar Aswaja Tubaba Samsul Muin, Jumat (1/6/2018).

“Laskar ini akan mencetak mereka secara budaya,” katanya sesuai yang pernah disampaikan Ketua Dewan Pembina Laskar Aswaja, Marwan Ja’far, setelah apel laskar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, Laskar Aswaja nantinya akan menyebarkan faham Aswaja agar ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan kemodernan dapat menyatu.

Para laskar akan ditempatkan di garda terdepan. Pemahaman ini juga akan melawan pemahaman terorisme yang menyelewengkan ajaran Islam.

Anak turunan dari paham terorisme seperti pemahaman radikalisme juga akan dilawan.

“Basis kita adalah budaya, dengan memanfaatkan kearifan lokal,” imbuhnya.

Islam, menurut Samsul  berdiri di atas dan untuk semua golongan, tidak memihak kepada satu golongan tertentu. Fungsi Islam adalah menjadi peniga, dapat merangkul semua pihak.

“Laskar kita akan menjalankan fungsi itu,” imbuhnya.

Pembentukan laskar ini didasari kegelisahan para intelektual Islam akan semakin maraknya paham radikal yang menyebar di Indonesia.

Paham ini memberangus kearifan lokal yang merupakan ciri dari Islam di Indonesia. “Kita berdayakan laskar untuk berdakwah,” jelas Samsul. (GS)

1,051 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Benteng Radikalisme Laskar Aswaja

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan