LBH Kritisi Penangguhan Penahanan Tersangka Dugaan Kasus Tipu Gelap yang Dilakukan Kader Gerindra Darussalam

Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Tanggamus Darussalam. Foto: Istimewa.

Bandar Lampung – Lembaga Bantuan Hukum [LBH] Bandar Lampung menyoroti perjalanan penanganan kasus tipu gelap yang menjadikan kader Partai Gerindra, Darussalam sebagai tersangka. Terlebih pada soal penangguhan penahanan yang dilakukan penyidik Polresta Bandar Lampung kepada Darussalam.

Divisi Advokasi Hukum LBH Bandar Lampung Anugerah Prima Utama mengatakan penangguhan penahanan yang dilakukan penyidik untuk tersangka Darussalam selayaknya memiliki pertimbangan yang logis. Dimana diketahui sebelumnya kuasa hukum korban menyampaikan permintaan agar Darussalam sebaiknya ditahan.

Baca Juga:  Buruh PT NTF Minta Pendampingan Hukum LBH Bandar Lampung

”Dalam penangguhan penahanan biasanya ada penjamin, baik dari pihak keluarga, penasihat hukum maupun uang. Hal ini harus disoroti guna memberikan kepastian hukum terhadap kedua belah pihak baik pelapor maupun terlapor,” harap Anugerah Prima Utama kepada reporter Fajar Sumatera, 11 September 2020.

Diketahui, penyidik pada Polresta Bandar Lampung telah menetapkan Darussalam dan M Syaleh sebagai tersangka sesuai dengan terbitnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan [SP2HP] ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, 7 September 2020 lalu.

Baca Juga:  Kejaksaan Sebut Tidak Ada Unsur Pidana Dalam Dugaan Korupsi yang Melibatkan Sekda Tanggamus

Terkait surat ini, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Erik Yudistira mengatakan berkas perkara tersangka Darussalam masih dinyatakan P19 sementara untuk tersangka M Syaleh sudah dinyatakan lengkap atau P21. [TOMMY SAPUTRA]

Berita Kriminal Darussalam Hukum Kasus tipu gelap LBH Bandar Lampung Partai Gerindra

Posting Terkait