Lembaga Pendidikan Gagal Larang Pelajar Berkendara

Ilustrasi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG РDinas pendidikan  dan pihak sekolah di Lampung cenderung gagal melarang para siswanya agar tak menggunakan kendaraan. Nyatanya, banyak dari mereka mendominasi pelanggaran lalu lintas saat operasi zebra krakatau karena tidak mampu menunjukan SIM, STNK, hingga tak memakai helm.

Pihak dinas pendidikan dan sekolah mengklaim sudah melarang siswanya menggunakan kendaraan saat pergi ke sekolah jika tidak melengkapi persyaratan dalam berkendara. Seperti surat izin mengemudi, surat tanda nomor kendaraan dan menggunkan pelindung kepala atau helm.

Dalam operasi zebra yang dilakukan pihak kepolisian beberapa hari yang lalu, pelaku pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pihak pelajar.

Kepala bidang SMK dinas pendidikan dan kebudayaan Lampung Teguh Irianto mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada sekolah agar melarang siswanya membawa kendaraan bermotor.

Selain itu, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten, kota dalam mengurangi siswa yang membawa kendaraan pribadi, agar menyiapkan transportasi umum, seperti bus sekolah. Sehingga mempermudah siswa untuk berangkat ke sekolah.

Sementara Kepala Sekolah SMA 1 Printis Bandarlampung Zainuri mengatakan pihaknya sudah melarang siswa membawa kendaraan. Namun pihaknya mengizinkan jika melangkapi persayaratan dalam berkendara.

Menurutnya, siswa yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah, untuk mempermudah transportasi dan menghemat biaya, sehingga pihak orang tua memberikan izin. Hal tersebut tidak bisa disalahkan.

Namun harus diberi solusi dengan menyiapkan bus sekolah, untuk meminimalisir siswa membawa kendaraan.(*)

pelajar

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan