Libatkan Kepala Pekon, Kampanye Terselubung Arinal Dibubarkan

Libatkan Kepala Pekon, Kampanye Terselubung Arinal Dibubarkan

Foto: Istimewa

PRINGSEWU – KUBU Arinal-Chusnunia diam-diam menggelar kampanye liar di Hotel Balong Kuring, Pringsewu pada Selasa (15/5). Panwas Kabupaten Pringsewu membubarkannya.

“Kami hanya menyampaikan visi dan misi dari calon gubernur nomor urut 3 saja, terkait kampanye satu desa/pekon, satu ambulance,” kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung dan juga Anggota dari Fraksi Golkar Salamun sambil mengajar genggamnya telponnya.

Akhirnya pertemuan yang sarat dengan dugaan kampanye dan tanpa tanpa memiliki ijin tersebut, dibubarkan oleh Panwaslu Kabupaten Pringsewu. Panwaskab pun menggelar jumpa pers terkait dugaan pelanggaran Kampanye yang dilakukan tim pemenang paslon nomor urut 3.

“Kami menelusuri dan mengawasi yang ternyata di lokasi dan terlihat dan terindikasi kuat pertemuan antara kepala pekon dan tim kampanye atau partai politik salah satu pendukung paslon,  memang kita melihat ada beberapa orang terindikasi kuat bahwa mereka kepala pekon di Kabupaten Tanggamus, Kita sudah mengklarifikasi kepada pihak penyelenggara setempat, dan sempat kita tanyakan mengenai surat pemberitahuannya  apakah sudah masuk baik ke panwas ataupun ke KPU dan diakui belom ada, sehingga kita putuskan berdasarkan ketentuan kita minta untuk mbubarkan diri. Indikasi awal seperti ada dugaan pelanggatan pemilihan tetapi akan kita perdalam dulu terkait bukti maupun saksi,” kata Komisioner Panwaskab Pringsewu, Azis Amirwan didampingi Panwaskab Tanggamus Ali Usman, dan panwaskab Pesawaran Riswanto, dalam jumpa pers yang berlansgung di Kantor Panwaskab Pringsewu Jl. KH. Gholib Raya, Pringsewu Barat , Selasa (15/5) sekitar pukul 18.00 Wib .

Baca Juga:  SGC Tak Gratis Dukung Arinal-Nunik

Ke depan, Lanjut Azis, pihaknya melihat dahulu duduk perkaranya apakah ada keterlibatan mendukung paslon, yang jelas undang undang yang kita kaji secara mendalam soal kehadiran kepala pekon di acara tersebut UU No 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur.

“Pada pasal 70 ayat 1 bahwa paslon dilarang melibatkan kepala pekon/desa, dan akan kita kaji lebih dalam lagi soal undang-undang alternatif terkait keterlibatan kepala pekon,” tambahnya

“Karena yang hadir adalah kepala pekon yang ada di kabupaten Tanggamus dan Pesawaran, kami tentunya melibatkan Panwaskab Tanggamus dan Panwaskab Peaawaran untuk bersama sama mengkaji dugaan pelanggaran yang dilakukan,” tandasnya.

Baca Juga:  Kampanye Terbuka Arinal-Nunik di Pringsewu Sepi Peminat

Kegiatan itu, sempat intimidasi awak media acara pertemuan kepala pekon di Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran dengan partai pengusung paslon nomor urut 3 yaitu PKB dan Golkar di Hotel Balong Kuring Pringsewu akhirnya dibubarkan oleh Panwaskab Pringsewu, Selasa (16/05).

Kejadian intimidasi bermula saat wartawan media ini dan wartawan lainnya, termasuk wartawan televisi mencoba merekam kegiatan yang berlangsung di salah satu aula Hotel Balong Kuring, dimana pertemuan dengan kepala pekon sedang berlangsung, melihat adanya beberapa media yang meliput.

Kemudian salah satu panitia penyelenggara yaitu Azwan yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) keluar dari ruangan dan mencoba menepis smartphone milik wartawan media ini yang sedang merekam gambar (video).

Usai menepis, Azwan kemudian mengucapkan kata-kata yang menjurus intimidasi dan menghalangi wartawan untuk meliput.

“Kamu kenal saya kan, gak usah ambil-ambil gambar, kalian tahu kan siapa saya,” ucap Azwan dengan nada lantang sambil menunjuk jari telunjuk ke arah dadanya.

Baca Juga:  Nyonya Lee Dampingi Arinal-Nunik Kampanye, Bukti Intervensi Korporasi?

Di tempat yang sama, Salamun, Wakil ketua DPD partai Golkar Propinsi Lampung dan juga Anggota dari Fraksi Golkar saat dikonfirmasi tentang kegiatan yang dulakukan di hotel ternama di Kabupaten Pringsewu tersebut membantah, jika kegiatan yang dilakukan dalam rangka kampanye pemenangan paslon nomor 3 Arinal-Nunik.

“Hari kami membuka kesempatan untuk kepala pekon yang berminat menjadi (bacaleg) dan mengundang semua unsur, tidak ada arahan untuk menggiring ke paslon gubernur lampung nomor 3, untuk pilgub hanya mensosialisasikan PKB dan Golkar (partai pengusung cagub nomor 3) intinya bahwa kami konsolidasi untuk menggelar karpet, antara karpet kuning (golkar) dan karpet hijau (PKB) kita gelar sama-sama yang saat ini kekurangan bakal calon legislatif,” kilahnya.

Saat ditanyakan adanya kepala pekon yang terlibat dalam acara tersebut, bahkan Salamun pun enggan menjawab dengan nada ragu-ragu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar. (DN/NA)

2,539 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Arinal-Nunik Kampanye Terselubung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan