Listrik Simbol Kemerdekaan

Oleh Supendi

“Rasanya kalau belum ada listrik itu belum merdeka. Meski jalan belum diaspal, kalau ada listrik anak-anak bisa belajar. Tapi jalan diaspal setebal apapun kalau tidak ada listrik rasanya belum merdeka. Ya bagaimana mau belajar kalau gelap gulita,” kata Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, Senin (25/6).

Ungkapan Ridho tersebut dikatakannya menanggapi Program Lampung Terang 2019 yang masih dikebut Pemprov Lampung bersama PLN Distribusi Lampung. Program ini berorientasi pada dua hal utama, yakni pemerataan listrik untuk semua lapisan masyarakat pada 2019 serta sebagai upaya menarik minat calon investor yang menjadikan listrik sebagai pertimbangan utama.

Merujuk kebelakang, sejak awal menjabat, Ridho Ficardo bersama wakilnya Bachtiar Basri memang memasukkan pembangunan infrastruktur listrik di semua wilayah Lampung sebagai salah satu program prioritas. Program peningkatan rasio elektrifikasi Lampung perlu dikejar lantaran diusia kemerdekaan RI yang hampir 73 tahun, masih ada sekitar 16 persen wilayah Lampung yang belum teraliri listrik.

Baca Juga:  Dendi Apresiasi Program Lampung Terang di Pahawang

Pemprov Lampung dan PLN pun berhasil menyusun roadmap kelistrikan Lampung 2016-2021 yang kemudian dipercepat menjadi 2016-2019. Roadmap itu kemudian ditandatangani bersama pada 22 Mei 2017. Kesepakatan itu memuat dua agenda penting yakni listrik pedesaan dan penataan listrik perkotaan.

Sebagai gambaran, pada 2017, tiga kabupaten dengan rasio eletrifikasi terendah mendapat prioritas yakni Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus dengan total 26 desa. Perinciannya, Lampung Barat sebanyak 17 desa, Pesisir Barat 7 desa, dan Tanggamus 2 desa.

Terbaru, saat kunjungan gubernur ke kantor PLN kemarin, General Manager PLN Distribusi Lampung Julita Indah menyampaikan, dari 2.640 desa yang ada di Lampung, saat ini hanya tersisa 113 desa yang sedang dalam proses pembangunan. Ditargerkan pada tahun 2019, seluruh desa 100% dapat teraliri listrik. Sehingga program Lampung Terang 2019 benar-benar terlaksana.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Resmikan Listrik di 25 Desa

Persoalan listrik memang tak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan Presiden Joko Widodo menekankan kalau tanggungjawab penyediaan listrik bagi masyarakat bukan semata tugas PLN, melainkan tugas utama pemerintah. Dalam hal ini, Pemprov Lampung patut diapresiasi karena sudah menginisiasi lahirnya program Lampung Terang 2019. Berkolaborasi dengan PLN, pembangunan listrik ini banyak mendapat apresiasi dari masyarakat yang selama ini merasa terpinggirkan.

Kita yang sudah lama menikmati aliran listrik, mungkin masih ingat bagaimana dulu susahnya bila tak ada listrik. Mau belajar saja harus menghidupkan lampu minyak atau paling banter lampu petromak. Pencahayaan yang kurang membuat anak-anak di pedesaan kesulitan dalam belajar sehingga berimbas pada prestasi di sekolah.

Baca Juga:  Dendi Apresiasi Program Lampung Terang di Pahawang

Tentu saja kita merasa miris bila di usia kemerdekaan RI yang sudah hampir 73 tahun masih saja ada daerah yang belum dialiri listrik. Kita yang sudah ketergantungan dengan listrik sulit membayangkan berada pada posisi mereka. Jadi benarlah apa yang dikatakan Ridho Ficardo, Rasanya kalau belum ada listrik itu belum merdeka. Karena diera sekarang, listrik adalah simbol kemerdekaan sesungguhnya.(*)

1,323 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Lampung terang 2019 ridho ficardo bachtiar basri

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan