Logo Baru Pasar Karetan Lebih Fresh dan Berkesan

SEMARANG – Destinasi Digital Pasar Karetan di RadjaPendapa Camp, Meteseh, Boja, Kendal meluncurkan desain logo baru. Lebih ramping, lebih fresh, lebih berkesan millennials. Font tulisannya tegak, berwarna cokelat tua dengan daun warna hijau muda.

“Ini bersamaan dengan hadirnya pengurus dan juragan pasar yang baru,” sebut Dea Lee, Juragan Pasar Karetan yang baru.

Lee, panggilan Dea Lee, sejatinya bukan orang baru, bukan wajah baru di pasar kreatif yang berlokasi di Kendal itu. Dia adalah pengurus Genpi Jateng, di wilayah Kedungsapur, yang sudah terlibat di destinasi berbasis digitan itu, sejak awal. Wakil Juragan Pasar Kuspriyatna, Keuangan Mara S, Promosi dan Humas Erina dan Operasional Zain Kagawa.

Apa filosofi logo baru? Sketsa Daun menunjukkan nature, alam, hutan, hijau, sesuai lokasi di Radja Pendapa Camp yang hijau, di tepi hutan, nuansa kesuburan. Font yang slim, melambangkan millenials yang simple, tidak banyak ornament yang melelahkan. Warna cokelat tua, culture, budaya, warna budaya Jawa Tengah yang sejuk, adem, nyaman.

Logo itu langsung dimplementasikan di pic Akun Instagram @PasarKaretanOfficial, @PasarKaretan dan Facebook @PasarrKaretan. Logo itu memberi spirit tahun 2019 yang harus lebih kuat menjaga 3S, Solid, Speed Smart. Tiga “S” yang menjadi community culture. Budaya komunitas ini disama selaraskan dengan corporate culture di Kemenpar.

Pasar Karetan adalah model destinasi yang dibuat oleh anak-anak muda Genpi, Generasi Pesona Indonesia. Sebuah komunitas netizen yang dibentuk Kemenpar sejak 2016 lalu. Komunitas ini sudah ada di 34 provinsi di tanah air, dan produk offline activities nya adalah pasar, atau destinasi digital.

Mengapa dinamai Destinasi Digital? Karena destinasi ini benar-benar baru, digerakkan dengan media social. Komunitas yang waktunya lebih banyak diinvestasikan di media social dan digital ini mengajak followers, friends, fans, subscribers-nya untuk membuat pasar.

“Tiap Minggu Pagi, jam 07.00 sd 12.00 WIB, mereka viralkan melalui komunias itu,” ujar Lee.

Pasar Karetan sendiri diluncurkan pada 5 November 2017. Sudah lebih dari setahun beroperasi. Pasar berbasis alam dan budaya ini Destinasi Digital pertama yang diujicoba Kementerian Pariwisata RI.

“Sekarang sudah lebih dari 1 tahun beroperasi, berkolaborasi dengan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kini, Pasar Karetan ini menginspirasi lebih dari 57 destinasi digital lain di tanah air. “Sekaligus tempat belajar Komunitas Genpi dalam menggerakkan Followers, Fans, Friends ke Offline Event,” kata dia.

“Kami bangga, karena kami bisa meet up di Pasar Karetan, sekaligus memberi manfaat ekonomis buat masyarakat. Pasar ini menghibur pengunjung dengan aneka atraksi tradisional,” ungkapnya.

Apa yang membuat orang datang pasar yang jaraknya 34 km dari Simpang Lima Semarang itu? Ada 1001 spot selfie, kuliner tradisional, permainan jadul dan tempat menghirup udara segar.

Temukan Sensasinya, tiap Minggu pagi, ajak anak istri ke Pasar Karetan Radja Pendapa Camp.

“Saya mengajak teman-teman, anak-anak muda, untuk gabung Genpi. Banyak aktivitas positif, banyak ide-ide kreatif, terutama yang terkait dengan digital yang bisa dikerjakan bersana-sama. Kita komunitas yang terbuka, siapa saja boleh ikut, banyak pengalaman, banyak teman, banyak ide-ide segar yang asyik,” tuturnya.

Cara mendaftar? Mudah, silakan download aplikasi Genpi.Co, di Appps Strore free buat pengguna Iphone. Atau unduh aplikasi Genpi.Co dari Google Play. Sama-sama free. Dari situ masuk ke Daftar Genpi dan isi form yang lengkap, dan kirim. (*)

Pasar Karetan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan