LSF RI dan Tapis Blogger Ajak Masyarakat Lampung Budaya Sensor Mandiri

BANDAR LAMPUNG – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia bekerjasama dengan Tapis Blogger mengadakan Talkshow bertema Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk  Generasi.

Acara ini diikuti oleh 100 peserta di G’ Ummati Cafe ini diikuti dari berbagai utusan, baik dari mahasiswa, komunitas film pendek,  blogger, dosen, UMKM Lampung dan lainnya.

Menurut Ni Luh Putu Elly Prapti Erawati, M.Pd selaku sekretaris komisi 1, Bidang Penyensoran dan Dialog, saat ini Lembaga Sensor Film Republik Indonesia sudah bekerja berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009.

Namun, undang-undang ini tentu perlu direvisi mengingat perkembang

“Film saat ini yang laris bergenre horor, berdasarkan novel terkenal, film remake dan berdasarkan lagu terkenal,” kata Ni Luh.

Baca Juga:  Alejenes Hadiri Milad Ke-2 Tapis Blogger

Sayangnya, film berkonten positif dan edukatif malah mendapat sambutan yang kecil. Jumlah penonton jauh dibanding film bergenre horor. Contohnya Film Soekarno atau Film Jendral Soedirman. Kalah jauh dengan Film Danur 2 dan Kuntilanak.

Ni Luh juga menjelaskan apa saja tugas lembaga sensor film berdasarkan Undang-undang No 33 Tahun 2009 Pasal 57 Ayat 2. Bahwa LSF melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum diedarkan dan/atau dipertunjukkan kepada khalayak umum.

Ni Luh juga mengajak masyarakat untuk cerdas memilih tontonan sesuai kategori klasifikasi usia yaitu SU, 13+, 17+ dan 21 +.

Sedangkan Naqiyyah Syam, Founder dan Ketua Tapis Blogger mengingatkan peserta untuk memulai budaya sensor mandiri dari lingkungan keluarga.

Baca Juga:  Alejenes Hadiri Milad Ke-2 Tapis Blogger

“Kita mulai budaya sensor mandiri dari diri sendiri, keluarga dan sekarang juga!” ajak Naqiyyah Syam.

Naqiyah juga mengingatkan dampak buruk perkembangan otak pada anak yang ketergantungan gadget dan nonton video porno. Untuk itu, diperlukan jadwal dan kesepakatan keluarga menonton TV, memberikan fasilitas lain seperti buku, alat olahraga atau mengajak jalan-jalan.

Naqiyyah menghimbau agar para blogger dan penggiat medsos di Lampung untuk menebarkan konten positif dan mendukung film baik, “Hendaknya ketika ada film baik di bioskop kita dukung dengan ikut menonton, sehingga film bertema edukasi juga banyak penontonnya! Dukung film baik untuk kemajuan film Indonesia!” ujar Naqi.

Baca Juga:  Alejenes Hadiri Milad Ke-2 Tapis Blogger

Dari acara Talkshow ini, diharapkan peserta memahami bahwa ini tanggungjawab bersama bagi instansi pemerintah seperti LSF dan masyarakat.

Acara talkshow Budaya Sensor Mandiri ini dimeriahkan dengan lomba foto live event dan lomba blog. Para peserta juga mendapatkan sertifikat dan buku panduan dari LSF. Selain itu, 10 peserta yang bertanya mendapatkan hadiah dari sponsor seperti voucher makan di G’Ummati Cafe, Voucher Thasya Busana, Tumbler AL Almitry, Keripik Aroma Sejati, Perut Bulat, Papa Toms dan buku karya penulis anggota Tapis Blogger. (*)

Budaya Sensor Mandiri tapis blogger

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan