LSM Fortuba Pertanyakan DAK Disdik

TULANGBAWANG– Realisasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2017 di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang (Tuba), dinilai tidak transparan alias terselubung. Hal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan oleh sebagian besar masyarakat terkait realisasinya.

Ketua LSM Forum Tulangbawang Bersatu ( Fortuba ) Tuba Andika menilai jika pihak Dinas Pendidikan selaku leeding sektor pengelolaan DAK Pendidikan terkesan terselubung dalam mengalokasikan anggaran tersebut kepada pihak sekolah. Pasalnya menurut Andika, sejauh ini Dinas Pendidikan Tuba tidak terdengar melakukan sosialisasi dan pemberitahuan ataupun instruksi terhadap sekolah-sekolah untuk membuat proposal.

“Tanpa proposal tiba-tiba sekolah telah diberitahukan oleh dinas jika mendapat bantuan perbaikan sekolah melalui DAK,dan sekolah dihimbau untuk mrmbuat proposal yang tanggalnya di mundurkan, seolah-olah proposal memang sudah lama masuk ke dinas,” ungkap Andika, Minggu (2/7) kemarin.

Baca Juga:  DAK Kelompok Tani Pesawaran Bermasalah

Bahkan menurut Andika, bukan hanya sebatas itu namun melainkan jika anggaran DAK di Dinas Pendidikan Tuba pada tahun ini memang terkesan ditutup-tutupi oleh Dinas Pendidikan setempat. “Sebab berdasarkan penilaain kami anggaran DAK pada tahun ini bukan saja sama sekali tidak ada kegiatan sosiliasinya, namun setiap kali dipertanyakan berapa PAGU nya, pihak Dinas Pendidikan enggan memberikan informasi kepada kami,” bebernya.

Ditambahkan lagi Andika, berdasarkan informasi yang didapatkan oleh pihaknya jika anggaran DAK tersebut sudah mulai direalisaiskan oleh Dinas Pendidikan setempat. “Padahal belum ada kegiatan sosialasi ataupun kegiatan lainnya seperti tahun-tahun sebelumnya, namun tiba-tiba sudah direalisasikan jelas sangat aneh sekalikan di Dinas Pendidikan kita ini,” terangnya.

Baca Juga:  DAK Kelompok Tani Pesawaran Bermasalah

Oleh karena itu Andika menjelaskan berkaitan dengan hal tersebut maka realisasi anggaran DAK Dinas Pendidikan Tuba pada tahun ini diduga kuat telah terjadi penyimpangan. Serta bukan hanya itu saja, lanjut Andika melainkan realisasi anggaran DAK pada tahun ini juga memang diduga kuat sarat dengan berbagai kecurangan-kecurangan.

“Pasti karena kalau memang tidak ada masalah kenapa harus ditutupi dan tidak transparan, jadi kalau memang bersih jelaskan dan transparan dong jangan terkesan disembuyikan seperti ini agar semua publik mengetahuinya, dan kami sebagai lembaga kontrol sosial bisa ikut memantau setiap sekolah yang mendapat alokasi Dana DAK,” ucapnya.

Baca Juga:  DAK Kelompok Tani Pesawaran Bermasalah

Sehingga kata Andika, publik bisa menilai apakah alokasi Dana DAK pendidikan benar-benar tepat sasaran. “Karena terkadang alokasinya tidak tepat sasaran, sekolah yang memang sudah bagus di bantu, sementara sekolah yang memang membutuhkan tidak di bantu, jika itu terjadi maka memang ada pelanggaran hukum, jadi harus di tindak tegas,” imbuhnya.

Namun sayang sampai berita ini di turunkan Kepala Dinas Pendidikan M. Firsada tidak bisa di hubungi, bahkan Kepala Bidang Sarana Prasarana Disdik, Kalam selaku Pengelola kegiatan juga tidak dapat dihubunggi ponsel yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.  (MR)

1,346 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Dana Alokasi Khusus

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan