Lucifer Warnai Musik Tembang Kenangan

SENADA dengan musik dan lirik lagunya yang menyentuh. House For Sale begitu mengharu biru mengisahkan tentang kenangan rumah yang dulunya milik mereka berdua dan akhirnya ditinggalkan.

Dulu, mereka naungi bersama-sama baik suka maupun duka hingga meninggalkan seberkas kenangan tersendiri saat mereka berpisah.

Dan pada ke esokannya beberapa orang asing akan menaiki tangga dan memasuki kamar tidur dimana tempat kenangan mereka selama disana.

Mereka biasa minum secangkir kopi, para tetanggapun berbicara, bahwasanya pasangan muda yang baik itu telah berpisah.

Dan diruangan tamu itu, kain sprei dan juga beberapa kristal telah dikemasi dan akan dibawa pergi.

Sekali lagi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan lagi berada disini, pada saat musim semi tiba, demi untuk melihat bunga-bunga mawarku yang sedang tumbuh.

Aku tahu bahwa kamu menyukai lukisan itu, aku ingat saat kita menemukannya di toko kecil yang lucu itu di spanyol, ketika hujan tiba-tiba saja turun pada musim panas itu.

Aku rasa, aku akan menyimpan nampan perak pemberian Ibu di hari pernikahan kita dulu.

Single House for Sale milik Lucifer, dari band asal Belanda ini begitu melankolis menyentuh hati, seakan kita di bawa ke suatu nuansa lain hingga begitu mengharukan melalui penghayatan yang dinyanyikan oleh Margriet Eshuijs.

Lagu House For Sale merupakan satu-satunya single yang menjadi lagu hit pada era tahun 1975 bahkan hingga sekarang ini.

Dulu hampir semua kaset Love Song Memories selalu menyematkan House For Sale milik band yang digawangi oleh Margriet Eshuijs (Vokal, Keyboard) Henny Huisman (Drum,) serta Dick Buysman (Bass).

Peredaran kaset cover version juga tersebar luas hingga Indonesia, tak luput lagu House for Sale selalu ada didalam kompilasi lagu-lagu tembang kenangan.

Sayangnya, pada tahun 1979 Lucifer resmi membubarkan diri, mereka (personil) lebih memilih jalan masing-masing.

Hingga akhirnya, Margriet sang vokalis memutuskan untuk bersolo karier serta mengajar menjadi guru vokal. (Zona Lawas/net)

View this post on Instagram

. . SENADA dengan musik dan lirik lagunya yang menyentuh. House For Sale begitu mengharu biru mengisahkan tentang kenangan rumah yang dulunya milik mereka berdua dan akhirnya ditinggalkan. Dulu, mereka naungi bersama-sama baik suka maupun duka hingga meninggalkan seberkas kenangan tersendiri saat mereka berpisah. Nyonya Hadley beranjak keluar melalui gordennya, bertanya-tanya apa gerangan yang sedang terjadi. Dan pada ke esokannya beberapa orang asing akan menaiki tangga dan memasuki kamar tidur dimana tempat kenangan mereka selama disana. Mereka biasa minum secangkir kopi, para tetanggapun berbicara, bahwasanya pasangan muda yang baik itu telah berpisah. Dan diruangan tamu itu, kain sprei dan juga beberapa kristal telah dikemasi dan akan dibawa pergi. Sekali lagi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan lagi berada disini, pada saat musim semi tiba, demi untuk melihat bunga-bunga mawarku yang sedang tumbuh. Aku tahu bahwa kamu menyukai lukisan itu, aku ingat saat kita menemukannya di toko kecil yang lucu itu di spanyol, ketika hujan tiba-tiba saja turun pada musim panas itu. Aku rasa, aku akan menyimpan nampan perak pemberian Ibu di hari pernikahan kita dulu. Single House for Sale milik Lucifer, dari band asal Belanda ini begitu melankolis menyentuh hati, seakan kita di bawa ke suatu nuansa lain hingga begitu mengharukan melalui penghayatan yang dinyanyikan oleh Margriet Eshuijs. Lagu House For Sale merupakan satu-satunya single yang menjadi lagu hit pada era tahun 1975 bahkan hingga sekarang ini. Dulu hampir semua kaset Love Song Memories selalu menyematkan House For Sale milik band yang digawangi oleh Margriet Eshuijs (Vokal, Keyboard) Henny Huisman (Drum,) serta Dick Buysman (Bass). . Peredaran kaset cover version juga tersebar luas hingga Indonesia, tak luput lagu House for Sale selalu ada didalam kompilasi lagu-lagu tembang kenangan. Sayangnya, pada tahun 1979 Lucifer resmi membubarkan diri, mereka (personil) lebih memilih jalan masing-masing. Hingga akhirnya, Margriet sang vokalis memutuskan untuk bersolo karier serta mengajar menjadi guru vokal.. (Zona Lawas/dbs) #lucifer #housforsale #lovesongmemories #music #musik

A post shared by Zona Lawas (@zonalawas) on

No related post!