Lulusan S3 UIN: Perlu Pembaruan Undang-Undang Perkawinan

Lulusan S3 UIN: Perlu Pembaruan Undang-Undang Perkawinan

Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – PROGRAM Pascasarjana (PPs) UIN Raden Intan kembali lahirkan doktor yang ke-39. Doktor baru ini atas nama Agus Hermanto yang menjalani sidang terbuka ujian promosi doktor di ruang sidang PPs, Selasa (14/5).

Promovendus dinyatakan lulus setelah menjalani ujian promosi doktor dengan judul disertasi Rekonstruksi Konsep Hak dan Kewajiban Dalam Perundang-undangan Perkawinan Indonesia.

Agus menyampaikan tujuan penelitiannya yaitu untuk menganalisis konstruksi hak dan kewajiban suami isteri dalam perundang-undangan perkawinan Indonesia.

“Kemudian untuk memperkuat argument penting dan urgennya pembaruan konsep hak dan kewajiban suami isteri dalam kehidupan rumah tangga dalam perundang-undangan perkawinan Indonesia,” terangnya.

Baca Juga:  Soal Rakata Institute, Mukri: Eko Terancam Dipecat

Ia menyimpulkan, konstruksi hak dan kewajiban suami isteri dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan secara tersurat masih bersifat ambigu ambivalen.

Kemudian, rekonstruksi konsep hak dan kewajiban suami isteri dalam perundang-undangan perkawinan Indonesia  kajian interdisipliner adalah berupa tawaran reinterpretasi terhadap pasal-pasal yang dianggap belum berkeadilan yaitu pasal 31 ayat 3, dan pasal 34 ayat 1 dan 2.

Dalam pasal ini direkonstruksi menjadi ‘Suami Isteri Wajib Saling Melindungi dan Saling Menopang Dalam Urusan Rumah Tangga’.

Dari hasil penelitiannya ini, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Lelaki berusia 31 tahun ini juga berhasil menyelesaikan studi S3 dalam waktu 2 tahun 10 bulan.

Baca Juga:  Satukan Visi, UIN Raden Intan Lampung Gelar Raker

Adapun tim penguji terdiri dari Prof Moh Mukri (Ketua), Prof Khoiruddin Nasution (Penguji I) Prof. Suharto (Penguji II); Dr Khairuddin Tahmid MH (Penguji III); Dr Hj Erina Pane MHum (Penguji IV); Prof Idham Kholid MAg (Penguji V); dan Dr H Muhammad Zaki MAg (Sekretaris).

Promotor yang juga penguji II Prof Suharto menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan promovendus dalam menempuh menempuh studi doktor.

“Ini prestasi yang mengembirakan dan bisa diikuti calon doktor yg lain,” kata Suharto saat menyampaikan kata-kata yudisium.

Baca Juga:  AMPPI Tuntut Fakultas Urus Akreditasi Prodi

Menurut Suharto, gelar akademik doktor ini merupakan peluang dan tantangan. “Yang kami pesankan adalah statement yang dikeluarkan saudara (promovendus) harus rasional, objektif, berkualitas dan membawa manfaat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ilmu yang saudara timba bermanfaat bagi saudara sendiri, keluarga, masyarakat, negara, terlebih untuk agama,” tambahnya.

Ketua tim penguji Prof Mukri menyampaikan ucapan selamat kepada doktor baru itu. “Semoga ilmunya dapat bermanfaat dan dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (RD)

793 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

UIN Raden Intan Lampung Undang-Undang Perkawinan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan