Lurah Mulya Asri Tubaba Dianiaya OTK

Lurah Mulya Asri, Prambumi Restu Aji, mendapatkan perawatan medis usai dianiaya orang tak dikenal di depan rumahnya, Sabtu (24/2/2018). Foto: GS/fajarsumatera.co.id

TULANGBAWANG BARAT- LURAH Mulya Asri Prambumi Restu Aji dianiaya OTK (orang tak dikenal) sekira pukul 16.30 WIB, Sabtu (24/2/2018). Lurah Mulya Asri dianiaya di kediamannya di Tiyuh Mekar Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Kapolsek Tulangbawang Tengah, Kompol Leksan Ariyanto SIk membenarkan adanya laporan penganiayaan Lurah Mulya Asri ke Polsek Tuba Tengah.

“Iya benar ada laporan warga yang diketahui merupakan Lurah Mulya Asri, saat ini, kami melakukan cek TKP. Menerima laporan, memeriksa saksi, membuat sketsa TKP, melakukan lidik, membuatkan permintaan visum et repertum,” kata Leksan.

Berdasarkan keterangan Lurah Mulya Asri, Prambumi Restu Aji, kejadian penganiayaan bermula saat korban sedang berada di depan rumahnya.

Lalu seseorang yang tidak dikenal datang dengan mengendarai sepeda motor dan langsung menabrakan kendaraan tersebut ke arah Lurah Mulya Asri.

Kemudian terjadi cekcok di antara mereka, lalu korban meninggalkan pelaku tersebut menuju rumahnya.

“Pelaku mengejar korban dan memukul leher korban,” ujar Leksan.

Tidak lama kemudian kedua teman pelaku penganiayaan, yaitu inisial ID dan satu orang tidak dikenal, datang dengan mengendarai mobil.

Kedua teman pelaku penganiayaan tersebut melempari Lurah Mulya Asri dengan batu hingga mengenai kepalanya.

“Kemudian datang warga, dan melerai korban dengan pelaku, kemudian korban langsung lari masuk ke dalam rumah,” jelas Leksan.

Pelaku yang melempar Lurah Mulya Asri dijerat dengan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan bersama-sama, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) dan (2) KUHPidana.

Dan ditindak berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B-30/II/2018/PLD LPG/RES TUBA/SEK TBT, tertanggal 24 Februari 2018, dengan kasus pengeroyokan.

“Saat ini barang bukti yang sudah kami amankan adalah tiga buah batu pecahan batako, dua tangkai kembang kamboja,” ujar Leksan usai menjelaskan kronologis penganiayaan Lurah Mulya Asri. (GS)

Lurah Mulya Asri

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan