Lurah Pahoman Diduga Angkat RT Sepihak

Camat Enggal Samsu Rijal | Josua

BANDARLAMPUNG – Sejumlah warga Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, BandarLampung, menyesalkan tindakan lurah yang mengangkat Ketua RT secara sepihak tanpa melalui pemilihan.

Sebanyak 20 ketua RT di Kelurahan Pahoman memasuki purna bakti pada 1 Agustus lalu.

Warga pahoman khususnya di RT 01 lingkungan II menyesalkan pihak kelurahan menggelar rapat musyawarah pemilihan ketua RT sebelum masa akhir jabata. Rapat berlangsung pada 27 juli 2019.

94 warga RT 01 lingkungan II sepakat menandatangani surat pernyataan penolakan terhadap keputusan lurah Pahoman Teguh Djayadi yang mengangkat ketua RT yang baru.

Baca Juga:  Lurah Pahoman Bantah Potong Insentif PPKB

Warga menilai pengangkatan ketua RT yang baru oleh Lurah Teguh Djayadi prematur tanpa ada musyawarah mufakat dan konfirmasi dan menuntut adanya pemilihan ulang.

Beberapa warga juga menyesalkan status Teguh Djayadi sebagai Lurah Pahoman karena yang bersangkutan juga menjabat sebagai ketua RT 005 lingkungan I.

Saat menjabat sebagai ketua RT, Teguh Djayadi berstatus PNS diangkat menjadi pelaksana tugas (Plt) Lurah Pahoman sejak 2016 lalu dan menjadi lurah definitif sejak Juni 2019.

Menurut Camat Enggal Samsu Rijal pengangkatan Teguh Djayadi tidak bertentangan dengan Peraturan Wali Kota nomor 80 tahun 2012 karena tidak ada larangan PNS menjadi ketua RT.

Baca Juga:  Lurah Pahoman Bantah Potong Insentif PPKB

“Saat Teguh Djayadi diangkat menjadi Lurah Definitif Pahoman di bulan Juni lalu, jabatan ketua RT 005 lingkungan I masih dijabat hingga berakhir pada 1 Agustus 2019,” kata Samsu Rijal, Jumat (13/9).

Disamping rangkap jabatan, Teguh Djayadi, sejumlah ketua RT juga menyoal status ketua RT 09 lingkungan II A Kausar.

Menurut penuturan warga, A Kausar telah membuat surat pengunduran diri sebagai ketua RT 09 lingkungan II sejak 6 Juni 2016.

Walau mengundurkan diri di 2016 lalu, nama A Kausar masih tercatat sebagai penerima dana insentif ketua RT hingga 2019.

Baca Juga:  Lurah Pahoman Bantah Potong Insentif PPKB

Lurah pahoman Teguh Djayadi mengaku surat pernyataan pengunduran diri A Kausar yang dibuat di 2016 tidak sampai ke dirinya.

Menurut Teguh Djayadi, A Kausar baru mengundurkan diri dua bulan lalu ketika A Kausar menjual rumah kediamannya dan pindah ke daerah Kemiling.

Terkait pemilihan ketua RT secara sepihak oleh lurah Pahoman Teguh Djayadi pada 27 Juli lalu, Camat Enggal Samsu Rijal membantah hal tersebut.

Menurut Samsu Rijal berita acara pemilihan pengurus RT 01 lingkungan II Kelurahan Pahoman yang digelar 27 Juli merupakan pembentukan tim formatur setelah masa jabatan ketua RT demisioner.(JO)

Camat Enggal Lurah Pahoman

Posting Terkait