Mahasiswa UAIN Lampung PKL di Organisasi KO-WAPPI Pesawaran

Pesawaran – Sebanyak lima orang mahasiswa dari Program Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Kamunikasi Universitas Raden Intan Lampung melaksanakan Praktek Kerja Lapangan/magang di Sekretariat Kantor
DPD KO-WAPPI Kabupaten Pesawaran.

Mereka mereka akan melaksanakan magang selama empat puluh hari, terhitung mulai tanggal 15 Januari 2021 Skdes. Ke lima mahasiswa tersebut masing-masing, Figo Rangga Bagaskara sebagai ketua rombongan, Diky Rhoma, Reni Mardiana, Cahya Gusti Agung dan Bunga Triyani.

Kedatangan mahasiswa dan mahasiswi tersebut langsung disambut disambut langsung oleh Ketua DPD KO-WAPPI Pesawaran, Dahron Sungkai yang didampingi Sekretaris DPD KO-WAPPI Anton Kurniawan di ruang kerja ketua, Jumat (15/1/2021).

Ia berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat positif bagi sivitas organisasi KO-WAPPI dalam melakukan pembenahan, khususnya dalam turut serta membangun Kabupaten Pesawaran menjadi lebih baik.

“Terima kasih kepada UIN Raden Intan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Kami merasa senang dengam kehadiran kalian, inilah kesempatan kalian untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat dibangku kuliah yang sesuai program jurusannya untuk mempraktekan langsung dilapangan dalam hal mencari berita (kejurnalistik,red) sesuai kode etik,” kata Ketua KO-WAPPI Pesawaran dalam memberikan arahan tentang dunia kewartawanan.

Dijelaskan Dahron, dalam siaran dakwah melalui jurnalis, perlu adanya kode etik. Sebab, dalam menyajikan berita-berita sesuai fakta, santun dan baik, jangan hoax.

“Cara berdakwah islam saja harus mempunyai konsep, begitupun dalam pembuatan atau penyajian berita-berita yang dibuat oleh wartawan harus santun jangan menyampaikan kebencian, kata kata kasar maupun makian atau menyajikan berita kebohongan, menyinggung nara sumber yang berpotensi menimbulkan konflik,” terangnya.

Masih kata Dahron, kata kuncinya dalam dalam menyuguhkan informasi pemberitaan harus mengedepankan kode etika jurnalistik dan mengokohkan prinsip komunikasi berbasis Quran yakni menjauhkan berita bohong sebagai esensi etika dakwah.

“Kode etik ini penting bagi seorang wartawa, sebagai panduan dalam pembuatan berita. Wartawan harus lebih kreatif dalam menggunakan
kosa kata,” tuturnya.

Sementara itu, Anton selaku Sekretaris KO-WAPPI berharap
agar seluruh mahasiswa yang melaksanakan PKL harus menjaga disiplin, etika dan nama almamater, terutama ketika nanti terjun mencari berita.

“Jaga disiplin, etika dan nama almamater, sebab sebagai agen perubahan, mahasiswa selalu menjadi pusat perhatian masyarakat, oleh sebab itu berhati-hatilah bersikap dan bertingkah laku,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua Tim Mahasiswa PKL, Figo merasa sangat berterima kasih atas diterimanya kami untuk PKL atau belajar mengenal dunia kewartawanan. Disamping itu juga kami siap melakukan yang terbaik dan mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan oleh DPD KO-WAPPI Pesawaran,

“Kami siap melaksanakan peraturan yang sudah ditetapkan oleh DPD KO-WAPPI Pesawaran,”pungkasnya. (Zainal)

Posting Terkait