Makan Tuh…Cinta

Makan tuh cinta…begitu kebanyakan orang mengejek teman, sahabat, atau keluarganya sendiri tat kala mengalami kesulitan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Darto, usia 29 tahun, warga Tanjungkarang, yang menikah dengan seorang gadis sebut saja Darti, usia 25 tahun.

Pasangan itu menikah sejak tiga tahun lalu. Namun, dari sejak meikah hingga sekarang Darto masih menganggur. Gara-gara status pengangguran itu, Darto juga disia-siakan oleh isteri dan keluarga sang isteri, termasuk mertua.

Orag tua Darti, selalu bilang juga ke Darti, “makan tuh cinta.” Lelaki pengangguran, kerjaan gak jelas kok mau-mauanya dinikahin. “Habis ganteng siiih…,” Darti selalu membela dengan kalimat itu. “Makan tuh ganteng,: kata ibunya.

Sejak dari perkenalannya dengan Darto, orang tua Darti melarang untuk berhubungan lebih dari sekedar teman. Ganteng sih memang ganteng, tapi tak punya pekerjaan jelas. Hanya ikut proyek sana proyek sini, tapi tak pernah ajeg, sehingga diragukan bisa jadi sumber matapencaharian keluarga.

Tapi Darti tak peduli, cintanya kadung berurat berakar pada Darto yang Roy Marten waktu masih muda. Bahkan dia kala itu mengancam, akan minggat jika dilarang menikah dengan Darto. Karena Darti hanya anak semata wayang, ya sudahlah, keduanya dinikahkan saja. Karena biar kerja tak jelas tapi kan santun dan seiman pula.

Ternyata betul kata orangtua, sampai pasangan pengantin kaya akan cinta itu punya anak, ekonomi tak membaik, tetap jadi beban orangtua. Sebab Darto tak bisa memberi penghasilan layak pada istri, sehingga terpaksa gunakan dana talangan mertua.

Ketika cucu sudah bisa jalan, bocah diambil mertua, takut tak diberi makan layak oleh orangtuanya. Nelangsa sebatulnya Darto, tapi mau bagaimnana lagi, dia memang tak bisa memberi makan keluarga sepatutnya.

Makanya, kalau cari suami jangan hanya asal ganteng, tapi pekerjaan tidak jelas. Makan tuh kegantengan, jika suami kerjanya hanya petentang-petenteng. Suami model begini tak urung akan jadi beban mertua. Jika sudah bosan bukan mustakhil mertua malah menyeponsori perceraian itu.

Karena kesal dengan suaminya, Darti berani-beraninya cari pacar baru yang diaku sebagai ojek online.

Lagi enak-enaknya pacaran sama, Darti endengar kabar suaminya kecelakaan. Namun, bukannya menolong, dia malah menggugat cerai. Padahal sudah ada anak satu.

Awalya Darto tak percaya, tapi begitu istri menggugat cerai karena mau nikah dengan si “tukang ojek” baru Darto percaya. Karena memang tak punya kekuatan, Darto pun pasrah istriya direbut lelaki lain.

1,079 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan