Mantan Tukang Bangunan Sukses Budidaya Ikan Cupang

Avrel | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Ikan cupang merupakan ikan air tawar yang berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Ikan ini juga memiliki bentuk dan karakter yang unik, cocok untuk diadu. Seperti budidaya yang dilakukan oleh salah satu warga Jalan Kenanga, Rawa Laut, Engal, Kota Bandarlampung.

Eli (27) mengatakan bahwa awal mula memilih untuk membudidayakan ikan cupang karena memang suaminya memiliki hobi terhadap ikan tersebut. “Saat sebelum menikah memang sudah hobi ternak ikan, lalu ketika sudah menikah beralih menjadi pekerja bangunan. Tapi, akhirnya memutuskan untuk berternak lagi karena diajak teman dan merasa di Lampung sendiri masih jarang,” ujarnya, Senin (27/1).

Dari pembenihan hingga ikan dapat diadu membutuhkan waktu selama 7 bulan. Sebelum diadu disortir terlebih dahulu antara jantan dan betina. Lalu dipindahkan dari kolam ke wadah-wadah yang lebih kecil, selambat-lambatnya mendapatkan perawatan seminggu hingga ikan siap diadu.

Budidaya ikan cupang yang dilakukan Eli dan suaminya tidak hanya untuk persiapan lomba pribadi, tapi ada yang dijual juga dengan kisaran harga mulai dari Rp25 ribu per ekor yang masih di dalam rena, jika sudah memasuki tahap perawatan maka harganya berbeda. Ikan miliknya terdapat kurang dari 1000 dan menghabiskan pakan sekitar 40kg per hari.

Ikan cupang hasil budidayanya juga sudah memenangkan banyak perlombaan untuk mendongkrak penjualan. Kontes-kontes kecil biasa dilakukan seminggu sekali, untuk kontes besar 3 bulan sekali. Kontes besar tidak hanya diadakan di Lampung, tapi di Jakarta, Depok, dan Palembang. “Harapan ke depannya dapat lebih menghasilkan lagi. Bisa lebih baik dan penjualannya meningkat,” imbuhnya.(AV/DT)

 

 

Bisnis Ikan Cupang Budidaya Ikan Cupang

Posting Terkait