Mardiana Bantah Pemberitaan Tak Berimbang dan Tendensius

Mardiana Tanjung, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung

TANGGAMUS – Merasa dirinya dipojokkan oleh salah satu media online yang menuding telah melakukan Pungutan Liar (Pungli), Mardiana, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung mempertimbangkan untuk melakukan somasi terhadap media tersebut. Karena menurutnya, sumber dari pemberitaan tersebut tidak jelas, selain itu, Klarifikasi atau hak jawab dirinya dimedia tersebut tidak dimuat.

chat pribadi Mardiana dengan salah seorang Wartawan yang klarifikasinya tidak dimuat.

Untuk diketahui, sumber dalam pemberitaan salah satu media online yang tidak disebutkan namanya mengutarakan bahwa Ijazah anaknya yang sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Kota Agung belum diterima lantaran dimintai iuran.

Disampaikan oleh Mardiana ke Fajar Sumatera bahwa hal tersebut tidak benar. Kalaupun ada urusan administrasi yang belum diselesaikan biasanya adalah kekurangan pembayaran bantuan bea pendidikan yang tidak sama pemahamannya dengan iuran atau pungutan untuk menebus iajzah.

Mardiana membenarkan bahwa ada salah satu Wartawan menghubunginya untuk mengkonfirmasi soal tersebut. Justru dirinya membantah atas informasi yang disampaikan oleh wartawan tersebut karena memang pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan terkait dengan ijazah.

“Memang ada beberapa hari lalu salah seorang Wali Murid menghubungi saya untuk mengambil Ijazah anaknya, tapi saya menjelaskan bahwa situasinya hari ini belum memungkinkan karena ada imbauan Pemerintah terkait Pandemi Virus Corona. Lugasnya saya sampaikan ke wali murid tersebut,┬áNanti aja ya kalo sudah masuk, “ungkap Mardiana.

Ditambahkan Mardiana, saat Wali Murid itu menghubungi, dirinya meminta agar menunda hal tersebut. Kepada Fajar Sumatera dirinya menjelaskan, jika memang mendesak, Ia pun membolehkan saja, asal saat nanti bertemu tetap menjaga jarak.

“Murid yang bersangkutan pun sudah kami hubungi agar mengambilnya ke sekolah hari ini atau besok, tetapi belum ada respon dari pihak mereka, baik dari si Anak maupun Wali Muridnya. Wartawan yang menghubungi saya pun sudah kami konfirmasi untuk datang ke sekolah besok pukul 8 pagi. Hanya saja, kami menyesalkan apa yang ada dalam pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya,”jelas Mardiana.

CATATAN: Fajar Sumatera masih akan meminta keterangan kepada walimurid dan wartawan terkait dari pemberitaan yang dibuat secara sepihak menurut keterangan Mardiana.
(Deni)

Mardiana Tan jung

Posting Terkait