Masuk DPO, Curanmor Sadis Ditembak

DPO

Ilustrasi. (Net)

TANGGAMUS — PEMUDA berinisial BS (20) warga Pekon Menggala Kecamatan Kota Agung Timur meringis kesakitan saat memasuki ruang tahanan Polsek Kota Agung. Pelaku Curanmor yang menjadi buronan polisi tersebut terkenal sadis kepada para korbannya.

Kapolsek Kotaagung AKP Syarip Lubis menuturkan, tersangka yang selalu membekali senjata tajam dan tidak segan melukai korbannya. Bahkan tercatat 6 kasus berbeda meliputi Curanmor dan Jambret yang rata-rata dilakukan di Wilayah Kota Agung Timur dan pernah mencuri sepeda motor di Kemiling Bandar Lampung.

Baca Juga:  Viral di Medsos, Pelaku Curanmor Akhirnya Ditangkap

“Pelaku ditembak kaki kanannya karena melawan petugas saat pengembangan perkara Curas yang dilakukannya,” kata Syarip.

BS ditangkap Sabtu (14/7) malam, sekitar pukul 23.00 WIB di persembunyiannya di Gubuk perkebunan di atas Lereng Gunung, sekitar 1 km dari pemukiman Dusun Piabung Sukabanjar.

Penangkapan awal tersangka berdasarkan laporan korban Curas, Luke Haryanti (21) mahasiswa asal Bandarlampung saat melintas bersama temannya Desi menuju Kecamatan Limau.

Sesampainya korban di Pekon Sukabanjar Kecamatan Kota Agung Timur dijambret tersangka bersama 3 temannya.

Awalnya para pelaku memberhentikan korban dan menodong korban sambil merampas tas korban yang berisikan 1 HP Samsung A5, KTP dan uang tunai sebesar Rp200 ribu.

Baca Juga:  Baku Tembak dengan Polisi, Dua Curanmor Tewas

“Dalam perkara tersebut, 2 temannya Hermansyah dan Suwanto telah ditangkap terlebih dahulu, 1 pelaku masih DPO berinisial FA,” ujar Kapolsek

Adapun 6 kasus tindak pidana meliputi TKP di Pekon Menggala, Kota Agung Timur (2016), Curanmor di Ketapang Limau (2014), Curanmor di Kemiling Bandar Lampung (2017), Curanmor di Pugung (2017), Curat di Pekon Sukabanjar Kota Agung Timur (2018), Curas Jambret di Pantai Piabung (2018).

Baca Juga:  Kabur ke Gunung, Pelaku Curanmor di Tanggamus Ditangkap Polisi dan Warga

“Pada saat pengembangan perkara lainnya, tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas, setelah diberikan tindakan tegas terukur dikaki kanannya, setelah perawatan baru kita bawa ke Polsek,” ungkap AKP Syafri Lubis.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini tersangka berbadan kecil tersebut diamankan di Polsek Kota Agung.

“Atas kejahatannya, tersangka terancam pasal 365 KUHPidana, ancaman maksimal 9 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara tersangka menuturkan, usai melakukan kejahatannya, dia kabur ke Tangerang.

“Baru 3 hari pulang karena di Tangerang menganggur kemudian kembali ke rumah dan bersembunyi di kebun,” pungkasnya. (SB/CD)

Curanmor DPO Polsek Kotaagung

Posting Terkait